Kualitas Udara Jadi Penentu, Disdik Palembang Buka Peluang Sekolah Kembali Tatap Muka

PEKAT---Kabut asap tebal menyelimuti ruas jalan di Palembang hingga membatasi jarak pandang pengendara, beberapa waktu lalu. (FOTO: SS 1/IST).

Palembang, SumselSatu.com

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang membuka peluang bagi sekolah untuk kembali menggelar pembelajaran tatap muka (PTM), namun dengan syarat ketat: kualitas udara di wilayah sekolah tersebut harus berada dalam kategori aman dari kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Affan Prapanca mengatakan, pihaknya masih memprioritaskan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi jenjang TK, SD, dan SMP yang telah diberlakukan sejak 9 September 2026. Namun demikian, Disdik membuka opsi PTM terbatas bagi satuan pendidikan di kawasan yang tidak terdampak parah oleh kabut asap.

“Kami sudah berkonsultasi dengan Komisi IV bahwa barangkali ada satuan pendidikan di kawasan atau lokasi yang tidak terkontaminasi parah oleh kondisi kabut asap ini. Nanti akan kami jajaki lagi dan evaluasi kembali,” ujar Affan.

Kebijakan tersebut merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 26 tentang fleksibilitas metode pembelajaran dalam kondisi tertentu. Disdik menegaskan evaluasi kesiapan sarana dan prasarana di tiap sekolah akan dilakukan secara berkala, setiap tiga hingga tujuh hari sekali.

Affan sebelumnya juga mengakui bahwa penerapan PJJ selama ini belum berjalan ideal. Sejumlah kendala ditemukan di lapangan, salah satunya keterbatasan siswa yang tidak memiliki perangkat untuk mengikuti pembelajaran daring.

“Memang pembelajaran secara daring dan tatap muka berbeda, karena daring ada keterbatasan seperti sarana prasarana dan lainnya,” katanya.

“Tapi sejak awal kita lebih memprioritaskan kesehatan anak, maka dalam satu minggu terakhir dilakukan PJJ,” tambahnya.

Meski begitu, ia menegaskan kesehatan peserta didik tetap menjadi pertimbangan utama sebelum keputusan pembukaan kembali sekolah tatap muka diambil secara menyeluruh. Data kualitas udara di masing-masing wilayah akan menjadi acuan penting bagi Disdik dalam menentukan sekolah mana yang layak kembali menggelar PTM. #fly

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here