
Palembang, SumselSatu.com
Walikota Palembang Ratu Dewa memberikan kewenangan kepada masing-masing sekolah untuk menentukan pelaksanaan pembelajaran, baik secara tatap muka (PTM) maupun jarak jauh (PJJ). Kebijakan ini menyusul kondisi kualitas udara Kota Palembang yang berangsur membaik, ditandai dengan turunnya hujan di sejumlah wilayah seperti Pusri dan Plaju pada Minggu (20/9/2026).
Menurut Dewa, keputusan pola belajar di setiap sekolah harus tetap mempertimbangkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) serta perkembangan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di lingkungan masing-masing.
“Untuk pembelajaran ini kita serahkan kepada sekolah masing-masing, dengan memperhatikan ISPU dan kondisi ISPA di sekolah,” katanya, Senin (21/9/2026).
Ia menjelaskan, saat ini kondisi antarsekolah tidak seragam. Sebagian sekolah jenjang TK, SD, dan SMP masih menerapkan PJJ, sementara sekolah lain sudah kembali menggelar KBM tatap muka. Perbedaan ini terjadi karena tiap wilayah memiliki situasi kualitas udara dan kondisi kesehatan siswa yang berbeda-beda.
“Jadi ada yang masih PJJ, ada juga yang sudah tidak lagi. Kebijakan ini disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah,” ungkapnya.
Dewa menegaskan, perubahan pola pembelajaran tidak semata mengacu pada keberadaan kabut asap, tetapi juga pemantauan berkelanjutan terhadap ISPU dan kasus ISPA yang berpotensi dialami peserta didik.
Di sisi lain, Pemko Palembang juga menerima sejumlah keluhan dari orang tua siswa terkait penerapan PJJ, terutama soal aktivitas belajar anak dari rumah.
Menanggapi hal itu, Dewa meminta Kepala Dinas Pendidikan mengevaluasi kembali pola pembelajaran yang paling tepat agar tetap efektif tanpa mengesampingkan aspek kesehatan siswa. #fly









