Menoreh Warna di Atas Kanvas Sejarah: Wajah Baru Tepian Sungai Musi Menyambut Usia 1.343

MENGECAT---Sejumlah masyarakat mengecat rumah di pinggiran Sungai Musi guna mengangkat potensi wisata dan sejarah Kota Palembang. (FOTO: DISKOMINFO).

Palembang, SumselSatu.com

Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1.343, Kota Palembang bersolek. Kali ini, giliran rumah-rumah warga di tepian Sungai Musi, Kecamatan Seberang Ulu I, yang dipercantik lewat gerakan bakti sosial pengecatan massal.

​Aksi gotong royong ini bukan sekadar mengejar estetika visual, melainkan upaya Pemerintah Kota (Pemko) Palembang bersama warga untuk menghidupkan kembali pesona sejarah sekaligus mendongkrak potensi wisata Kota Pempek sebagai kota air yang legendaris.

Asisten III Setda Kota Palembang Ir H Akhmad Bastari, ST, MT, IPM, ASEAN mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata kebersamaan untuk memperindah kawasan tepian Sungai Musi yang selama ini menjadi salah satu ikon bersejarah Kota Palembang.

“Gerakan bersama ini bertujuan mempercantik wajah Kota Palembang sebagai kota yang memiliki sejarah panjang sejak ratusan tahun lalu. Selain itu, kegiatan ini juga untuk menumbuhkan rasa bangga dan rasa memiliki masyarakat terhadap lingkungan tempat tinggalnya,” ujar Bastari.

Menurutnya, pengecatan rumah-rumah warga di sepanjang bantaran Sungai Musi bukan sekadar memperindah kawasan, tetapi juga memperkuat identitas Palembang sebagai kota air yang kaya akan nilai sejarah dan budaya.

Ia berharap, tampilan baru kawasan tersebut dapat menjadi daya tarik wisata baru yang memberikan kesan menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

“Keindahan tepian Sungai Musi diharapkan mampu mendongkrak sektor pariwisata. Dengan visual yang lebih berwarna dan tertata, kawasan ini akan menjadi destinasi yang semakin menarik dan berkesan,” katanya.

Bastari menegaskan, keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari semangat gotong royong seluruh masyarakat. Menurutnya, keindahan kota merupakan tanggung jawab bersama yang hanya dapat diwujudkan melalui kerja sama dan kepedulian semua pihak.

Ia juga mengingatkan bahwa Palembang merupakan salah satu kota tertua di Nusantara yang pernah menjadi pusat kejayaan Kerajaan Sriwijaya dan kini telah memasuki usia 1.343 tahun.

“Ketika hari ini kita mengangkat kuas dan mengecat rumah-rumah di tepian sungai, sesungguhnya kita tidak hanya mengecat tembok, tetapi sedang menorehkan semangat baru di atas kanvas sejarah yang telah terbentang sangat panjang,” katanya.

Bastari mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan merawat Sungai Musi sebagai warisan berharga yang menjadi kebanggaan warga Palembang.

“Jangan pernah malu dengan kampung kita, jangan pernah rendah diri dengan tepian sungai kita. Justru di sinilah kekuatan kita. Sungai Musi adalah warisan yang tak ternilai, mari kita jaga, kita rawat dan kita percantik bersama,” tegasnya.

Ia optimistis target penyelesaian pengecatan dalam waktu dua hari dapat tercapai sehingga kawasan tepian Sungai Musi mampu menjadi cerminan Kota Palembang yang maju, bersih, berwarna, dan berbudaya.

Dengan mengucapkan basmalah, Akhmad Bastari secara resmi mencanangkan dimulainya Gerakan Bakti Sosial Pengecatan Rumah Tepian Sungai Musi dalam rangka HUT ke-1343 Kota Palembang.

“Kita terus bergerak, terus berbenah dan terus bersinar demi Palembang tercinta. Semoga setiap langkah dan upaya yang dilakukan mendapat ridha Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” katanya. #fly

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here