Muratara Belajar ke Kabupaten Tabanan Bali

74
Paparan tentang Kabupaten Tabanan oleh Bapalitbang, Ida Bagus Wiratmaja saat kunjungan kerja ke Pemkab Muratara, Jumat (30/9/2017) kemarin.

Tabanan, SumselSatu.com

Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) segera menerapkan program Gempur Miskin dan Gempur Desa melalui perencanaan pembangunan. Setelah mendapatkan pembelajaran dari Kabupaten Tabanan Provinsi Bali, Jumat (28/9/2017).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muratara, H Abdullah Maktjik mengatakan pihaknya berterima kasih dengan penerimaan Pemkab Tabanan atas kunjungan kerja jajarannya. Diakuinya, Kabupaten Muratara baru berumur empat tahun. Sehingga sangat membutuhkan pengetahuan dan pembelajaran bagaimana memajukan daerah.

“Daerah masih sangat baru, sehingga kami sangat memerlukan pengetahuan ilmu, pembelajaran, guna peningkatan pembangunan di Kabupaten kami,” jelas Abdullah Maktjik.

Menurutnya, Pemkab Muratara mempelajari program Kabupaten Tabanan yang menelurkan prestasi tingkat nasional  dengan program Gempur Desa dan Gempur Miskin. Sehingga, memperoleh Penghargaan Pangripta Nusantara. Salah satu penghargaan Bappenas Republik Indonesia di bidang perencanaan pembangunan.

Studi ini merupakan benchmarking bagaimana melihat, mempelajari langsung ke daerah yang sudah berhasil. Seperti di Kabupaten Tabanan ini yang merupakan daerah memiliki perencanaan pembangunan terbaik tingkat nasional.

“Harapannya, hasil yang diperoleh dapat dijadikan pembelajaran langsung. Bagaimana Kabupaten Muratara bisa segera bangkit. Sebagaimana slogan Muratara Bangkit yang digaungkan selama ini,” jelas dia.

Abdullah Maktjik menegaskan pasca-kunjungan langsung, pihaknya akan melanjutkan komunikasi, baik dengan kunjungan kembali – tentunya tidak hanya sebatas ini saja, mungkin akan dilanjutkan dengan komunikasi lewat telepon maupun mendatangi kembali.

Selain itu, Pemkab Tabanan juga berkesempatan mengunjungi Kabupaten Muratara. Di Kabupaten Muratara ada objek wisata Danau Raya yang bisa dikatakan miniatur Danau Toba. Meskipun belum maksimal dalam pembangunan dan pengembangan karena keterbatasan anggaran.

Lalu, ada objek wisata lain, seperti Goa Batu Napalicin yang sudah dikunjungi oleh wisatawan luar negeri seperti dari Belanda.

“Kami juga menawarkan dengan senang hati. Jika jajaran Pemkab Tabanan bisa berkunjung ke Kabupaten Muratara,” ujar dia.

Sementara itu, Asisten II Kabupaten Tabanan,  I Wayan Miarsana mengatakan program Gempur desa dan Gempur Miskin merupakan program mengantarkan Kabupaten tersebut gencar dilakukan.

Di mana, anggaran pendapatan dan belanja (APBD) tahun 2017 Kabupaten Tabanan,  yakni sebesar Rp 1,847 triliun, dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 327,4 Miliar. APBD lebih dioptimalkan di bidang pertanian dan peningkatan kesejahteraan serta sumber daya manusia (SDM) para aparatur negeri sipil di Pemkab Tabanan.

“APBD sebagian besar untuk pertanian dan kesejahteraan ASN, dan kebutuhan infrastruktur penunjang pertanian, dan tidak boleh dipakai untuk membuat jalan Kabupaten. Karena, untuk pembuatan jalan itu harus bersumber dari anggaran Provinsi maupun pusat yang berasal dari upaya kepala organisasi perangkat daerah (OPD) maupun legislatifnya,” tegas I Wayan Miarsana.

Sedangkan, Asisten III Sekda Kabupaten Tabanan, I Made Sukada, menyampaikan terima kasih atas kunjungannya dengan harapan apa yang didapatkan di Kabupaten Tabanan menjadi bahan untuk pembangunan di Kabupaten Muratara.

“Sekali lagi terima kasih. Ini lah potret Kabupaten kami, dengan segala keterbatasan dan kekurangan, mudah-mudahan dapat dikomparasikan dengan program Kabupaten Muratara. Sehingga dapat  menjadi acua guna pembangunan di Kabupaten Muratara,” pungkasnya. #ADV

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here