Netralitas TNI-Polri di Pemilukada Harga Mati

60
JAGA NETRALITAS-Panglima TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Tito Kanarvian memberikan pengarahan kepada 5.000 anggota TNI dan Polri di Palembang Sport Convention Center (PSCC), Jumat (20/4/2018)

 

Palembang, SumselSatu.com

Panglima TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Tito Kanarvian memberikan pengarahan kepada 5.000 anggota TNI dan Polri di Palembang Sport Convention Center (PSCC), Jumat (20/4/2018). Dalam kesempatan itu, Panglima TNI dan Kapolri meminta Anggota TNI dan Polri untuk menjaga netralitas dalam Pemilukada, Pileg dan Pilpres mendatang.

Panglima TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, pertemuan ini penting karena sebelumnya dia sudah melakukan roadshow di Jawa Tengah, Sulawesih Utara, Balikpapan, Tarakan, Aceh, Riau dan Pekan Baru.

“Saya bangga bisa bertemu 5.000 orang TNI dan Polri. Paling banyak selama saya roadshow. Terima kasih prajurit TNI dan Polri. Artinya saudara bisa memberikan darma bakti ke ibu pertiwi. Saya yakim dengan adanya kerja sama TNI dan Polri, pemuka agama, tokoh adat. Sehingga semua masalah bisa ditangani dengan baik. Hasilnya situasi kondusif, rakyat tenang dan aman dalam melaksanakan tugasnya. Saya rasa bangga dengan kalian semua,” ujar Panglima TNI.

Hadi menjelaskan, tahun ini ada 171 Pemilukada, kemudian Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden.

“Ini rawan disusupi isu negatif. Sehingga bisa berkembang menjadi tindakan anarkis. Jika dikembangkan ancaman siber, hoak, kampamye hitam. Dan mobilisasi masa. Saya yakin TNi dan polri punya facebook, twiter, pilih mana imformasi yang bukan hoax. Tahapan pilkada 2018 dan tahapan pemilu. Pilkada, pileg dan pilpres akan lancar, aman keamanan dan sukses. Karena tugas itu tugas mulia yang harus dilaksanakan. Yang kita lakukan pengamam distribusi logistik, penetapan dan paska penetapan,” bebernya.

Hadi menuturkan, TNI dan Polri sudah ada Memorandum of Understanding (MoU) dalam Pemilukada Serentak yakni sinkronisasi keamanan pemilu.

“Netralitas dalam pemilu harga mati. TNi dan Polri harus memegang teguh netralistas. Bagi TNI dan Polri tegak lurus dalam satu komando dari panglima TNI dan Kapolri.Perlu diketahui TNI dan Polri mendapat kepercayaan yang paling tinğgi dari masyarakat. Bayangkan kalau TNI dan Polri tidak netral. Rakyat tidak percaya. Kalau kita bisa melaksanakan tugas di tahun ini dengan baik,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolri Tito Kanarvian mengatakan, dirinya bangga bisa bertemu dengan Panglima. Menurut dia, apa yang disampaikan Panglima sangat jelas dan membuat TNI dan Polri solid, karena selama ini ada upaya pendiktomikan TNI dan Polri, dengan ada pembedaan tugas.

“TNI dan Polri harus solid. Karena ada faktor substansial di NKRI ini. Pada 5 Oktober 2017 Penglima TNI juga manyampaikan hal yang sama diulangi lagi di rapim TNI dan Polri oleh Presiden. Politik TNI dan Polri adalah politik negara. Kadang kadang anggota tni dan polri alergi dengan kata kata politik. Bagaimana memperoleh kekuasaan untuk bermanfaat untuk orang banyak. Tapi kalau visi tidak baik akan merugikan orang banyak, itu berbahaya. Bicara politik bicara kepentingan, bicara loyalitas,” ucapnya.

Tito mengungkapkan, NKRI harus dipertahankan.

“Revolusi dunia sekarang siber. Yang tidak mengenal batas wilayah. Revolusi bidang komunikasi, perbankan, ekonomi, perdagangan, militer. Harus diwaspadai operasi memecah belah bangsa, agar saling curigai.Dilempar isu untuk memecah belah, keagamaan,” paparnya.

Tito menjelaskan, menjaga NKRI berdiri utuh, tidak goyang, mampu bersaing dengan negara lain. Peran Polri, TNI, intelejen itu sangat penting untuk menjaga keutuhan negara.

“TNI yang kuat, polisi yang kuat, punya intelejen yang kuat dan birokrasi yang efektif dan efisien. Fakta di Indonesia, anggota TNI 450 ribu dan Polri 423 ribu anggota. Unsur kepercayaan publik itu penting sekali. Saat ini, dari sekian banyak lembaga Polri dan TNI adalah lembaga yang palling dipercayaai publik. TNI 94 persen masyarakat percaya, KPK 87 persen dan Polri 70 persen. Kepercayaan masyarakat harus terus kita tingkatkan,” pungkasnya. #nti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here