
Palembang, SumselSatu.com
Kota Palembang saat ini masih menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan darah bagi pasien di rumah sakit. Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palembang mencatat adanya defisit sekitar 2000 kantong darah setiap bulannya.
Ketua PMI Kota Palembang Dewi Sastrani Ratu Dewa mengungkapkan bahwa angka kebutuhan darah di kota ini mencapai 7000 kantong per bulan. Namun, hingga saat ini PMI baru mampu mengumpulkan rata-rata 5.000 kantong per bulan.
”Setiap hari PMI menyalurkan sekitar 150 hingga 200 kantong darah ke seluruh rumah sakit di Palembang. Kondisi ini seringkali membuat stok tidak mencukupi saat permintaan meningkat,” ujar Dewi saat acara penandatanganan MoU di Kantor Kecamatan Kalidoni, Senin (4/5/2026).
Ia menambahkan, kondisi tersebut kerap menyebabkan stok darah tidak mencukupi saat permintaan meningkat, sehingga dibutuhkan peran aktif masyarakat untuk rutin mendonorkan darah.
Guna menutup celah kekurangan tersebut, PMI Kota Palembang melakukan langkah strategis dengan memperkuat jaringan hingga ke tingkat akar rumput. Pada hari yang sama, PMI meresmikan kerja sama (MoU) dengan dua kecamatan sekaligus. Kecamatan Kalidoni dan Kecamatan Kemuning.
Sebagai upaya mengatasi hal tersebut, PMI terus melakukan sosialisasi dan akan membentuk kepengurusan di tingkat kecamatan sebagai perpanjangan tangan dalam mengedukasi masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja sama Kecamatan Kalidoni. Semoga kolaborasi melalui MoU ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata,” katanya.
Camat Kalidoni Rama Cahya menyatakan kesiapannya untuk mengerahkan elemen masyarakat dan bekerja sama dengan sektor swasta seperti PT Pusri demi meningkatkan partisipasi donor darah.
Di sisi lain, Camat Kemuning, Amiruddin Sandy langsung merealisasikan kerja sama tersebut dengan menggelar aksi donor darah di aula kantor camat dengan target 50 kantong darah. Peserta donor datang dari berbagai kalangan, mulai dari pegawai kecamatan, Ketua RT/RW, hingga warga sekitar.
”Kami berkomitmen membantu PMI memenuhi kebutuhan darah. Semoga ke depan persediaan selalu tersedia bagi warga yang membutuhkan,” tegas Amiruddin.
Melalui kolaborasi ini, PMI berharap kesadaran masyarakat meningkat sehingga angka kekurangan 2000 kantong darah tersebut dapat segera teratasi melalui gerakan donor darah yang konsisten di seluruh wilayah Palembang. #ari









