
Palembang, SumselSatu.com
Kota Palembang tetap optimis menggelar Piala Dunia U-20, meski federasi sepak bola tertinggi dunia FIFA membatalkan drawing Piala Dunia U-20 yang seharusnya diselenggarakan akhir Maret 2023 di Bali.
Sekretaris Tim Teknis Asprov PSSI Sumsel Panitia Persiapan Piala Dunia U-20 Faisal Mursyid menyampaikan, soal info yang banyak beredar mengenai ditunjuknya Peru atau Argentina sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 menggantikan Indonesia itu tidak benar.
Pertama, bahwa sumber berita yang valid terkait dengan Piala Dunia U-20 di Indonesia berasal dari PSSI dan FIFA. Kedua, Wakil Ketua Umum (Waketum) 2 PSSI Ratu Tisa sedang berada di Doha, Qatar untuk membicarakan masalah ini.
Ketiga, Ketua PSSI Erick Thohir tengah berangkat ke markas FIFA di Zurich untuk membicarakan masalah tersebut dan mencari solusi terbaik untuk perhelatan Piala Dunia U-20.
“Baik Pemerintah Pusat, PSSI, dan FIFA sudah ada semacam agreement atau perjanjian yang mengikat tanggung jawab sebagai tuan rumah. Jadi tidak gampang untuk tunjuk sana tunjuk sini seperti informasi yang beredar, tidak gampang itu,” katanya.
Menurutnya, sudah jelas ada legalitasnya Indonesia sebagai tuan rumah, sehingga tidak gampang FIFA mengalihkan Piala Dunia U-20 ke negara lain, tanpa adanya kesepakatan ataupun pembicaraan lebih lanjut karena sudah tertuang dalam agreement.
Masalah beberapa daerah di Indonesia menolak Timnas Israel untuk bermain di Piala Dunia U-20 di Indonesia, menurutnya, masalah olahraga dan politik tergantung sudut pandang komentar siapa yang mengomentari.
“Kalau orang politik tentu sudut pandangnya berbeda dengan orang olahraga,” katanya.
Soal menjadi tuan rumah, pihaknya tetap optimis. Kata dia, ada upaya strategis yang dilakukan oleh PSSI maupun Pemerintah Pusat untuk membicarakan hal ini dengan FIFA.
“FIFA nanti akan membicarakan ini dengan Israel, hal apa yang bisa menjadi solusi atau jalan keluar dari persoalan ini,” katanya.
Proses juga masih berlanjut untuk persiapan Piala Dunia di Indonesia. Terakhir tim inspeksi FIFA berkunjung ke Bali. Namun, memang persoalannya itu mengenai history, Palestina sebagai negara pertama yang mengakui kemerdekaan RI dan dan lain-lainnya.
“Jadi sekali lagi, soal pemindahan tuan rumah dan isu yang ke mana-mana itu tidak benar. Kita harus bijak menanggapi hal ini dan dengan jernih,” katanya. #Ari