Pangdam Ajak Masyarakat Perangi Paham Radikalisme

85
GELAR APEL-Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI AM Putranto, menggelar apel kesiagaan di lapangan PT Hindoli, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Senin (14/5/2018).

Sekayu, SumselSatu.com

Bertempat di lapangan PT. Hindoli, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), diselenggarakan apel kesiagaan personel dan peralatan penanggulangan Kebakaran hutan, kebun dan lahan 2018. Apel dipimpin Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI AM Putranto, Senin (14/5/2018).

Kegiatan apel dihadiri Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Zulkarnain Adinegara, Kepala BPBD Sumsel Iriansyah, Plt Bupati Banyuasin Ir SA Supriono, Aster Kasdam II/Swj Kolonel Inf Rionardo, Kasrem 044/Gapo Letkol Inf M Sjahroni, Dandim 0401/Muba Letkol Czi Mulyadi, Kepala Manggala Agni Muba, para Kadis Muba, Camat, Kades dan Kelompok Tani Muba. Kegiatan ini dilakukani untuk mengecek persiapan personel maupun peralatan dan sebagai antisipasi dalam penanggulangan kebakaran hutan, kebun dan lahan (Karhutbunla).

Dalam amanatnya Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI AM Putranto menyampaikan, bahwa saat ini sebagain wilayah Indonesia termasuk Sumsel tengah memasuki musim kemarau, di mana akan berpotensi menimbulkan bencana Karhutbunla.

“Untuk itu mari kita semua senantiasa siap siaga dan melakukan berbagai langkah antisipasi Karhutbunla guna meminimalisir kerugian, baik personel maupun materiil,” terangnya.

Dia mengatakan, pemerintah pusat maupun daerah termasuk TNI-Polri telah berupaya semaksimal mungkin menangani bencana Karhutbunla yang mengakibatkan kabut asap ini dengan berbagai upaya.

“Untuk itu saya menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran guna cegah dini agar kejadian tersebut tidak terulang kembali,” himbau Pangdam.

Dalam kesempatan Apel ini, Pangdam II/Swj juga mengajak seluruh lapisan masyarakat Sumsel untuk memerangi paham radikalisme serta terorisme di Indonesia terkhusus di Bumi Sriwijaya.

“Ayo kita bersatu memerangi paham radikalisme dan aksi terorisme. Di mana, ancaman tersebut merupakan musuh negara yang mana mengancam kondisitas sehingga mengganggu even-even nasional maupun internasional,” ungkap Mayjen TNI Putranto.

Ia menambahkan, di Sumsel akan menjadi tuan rumah even skala nasional Asian Games XVIII 2018 tinggal beberapa hari lagi berlangsung. Maka dari itu, dia menhimbau peserta yang hadir di apel siaga Karhutbunla ini ikut serta memerangi ancaman-ancaman yang mengganggu stabilitas negara.

“Saya meminta dan menghimbau, yang hadir di apel kesiapsiagaan Karhutbunla ini untuk membantu dan terus mewaspadai di daerah masing-masing secara dini yakni paham radikalisme,” imbuhnya.

Pangdam juga menyampaikan permohonan maaf, atas keterlambatan apel kesiapasiagan yang seyogyanya digelar pada pukul 10.00 WIB.

“Saya meminta maaf, karena ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan terkait masalah kondisitas negara. Dan juga, perlu diingatkan kepada masyarakat untuk selalu bijak dalam menggunakan media sosial dan jangan terpancing pemberitaan yang menyesatkan,” pungkasnya. #ari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here