PDI Perjuangan PALI Tak Ingin Jadi ‘Parpol 5 Tahunan’

53
BERBICARA----Ketua DPC PDI Perjuangan PALI Ferdian A Lacony saat berbicara dalam acara Konfercab PDI Perjuangan se-Sumsel di Palembang beberapa waktu lalu. (FOTO: IST/DOK.FERDIAN A LACONY)

Talang Ubi, SumselSatu.com

Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengobarkan semangat, merapatkan barisan, dan berkomitmen dalam derap langkah bersama, demi mewujudkan masyarakat PALI yang sejahtera.

Berbagai usaha dan upaya yang telah dilakukan para kader PDI Perjuangan PALI selama ini dalam menyejahterakan masyarakat, akan terus ditingkatkan di masa mendatang.

“Kami, jajaran pengurus dan kader PDI Perjuangan PALI berkomitmen untuk semakin dekat masyarakat. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan kehadiran para kader PDI Perjuangan untuk mengawal program-program pusat maupun daerah yang berhubungan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ferdian Andreas Lacony, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan PALI kepada SumselSatu, Rabu (7/8/2019).

Ferdian mengatakan, PDI Perjuangan juga akan melakukan pendampingan komunitas-komunitas budaya agar lebih berkembang, dan terpublikasi dengan baik. PDI Perjuangan PALI tidak ingin menjadi ‘Parpol 5 Tahunan’.

“PDI Perjuangan ke depan ingin setiap saat hadir bersama masyarakat. Jadi PDI Perjuangan bukanlah partai politik lima tahunan tetapi menjadi partai selalu aktif mendampingi masyarakat menghadapi persoalan,” kata Wakil Bupati PALI tersebut.

Ferdian menegaskan, pihaknya akan mengelola PDI Perjuangan PALI sebagai partai modern. Artinya, partai politik (Parpol) tidak hanya hadir setiap lima tahun sekali, saat pemilu legislatif (Pileg) semata, tetapi parpol yang hadir setiap saat ketika masyarakat menghadapi persoalan. Karena itu, setiap kader PDI Perjuangan harus peka, memiliki empati dan simpatik terhadap problem-problem yang dihadapi masyarakat, seperti pelayanan publik, masalah kesejahteraan, termasuk persoalan diskriminasi.

“Anggota PDI Perjuangan ke depan harus paham berpartai itu seperti apa?. Bukan nunggu lima tahun, daftar caleg, lalu selesai. Bukan itu yang kami bangun,” tandas Ferdian.

Ferdian yakin, apabila para kader dan semua jajaran konsisten dan komitmen, maka akan muncul kader pelopor partai yang menjiwai ideologi PDI Perjuangan, ideologi Pancasila 1 Juni 1945. Kemudian, menjiwai semangat Bung Karno dan Ibu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Apabila PDI Perjuangan PALI konsisten menjiwai ideologi PDI Perjuangan dan selalu hadir sebagai kader pelopor, Ferdian yakin bisa mampu mencapai target delapan kursi DPRD PALI pada Pileg 2024 nanti. Pada Pamilu 2019, perolehan suara PDI Perjuangan di PALI naik signifikan, dari  12 ribu suara pada Pemilu 2014, menjadi sekitar 18 ribu pada Pemilu 2019.

“Dan nanti, pada Pemilu 2024, kami akan targetkan kenaikan sekitar 50 persen suara, dengan target perolehan minimal delapan kursi,” kata Ferdian.

 

Komunitas Juang

Ferdian juga menyampaikan berbagai strategi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salahsatunya adalah jajaran kader PDI Perjuangan akan ditugaskan untuk melakukan pendampingan terhadap usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan kelompok tani.

Komunitas Juang merupakan kader PDI Perjuangan yang akan melakukan pendampingan. Komunitas ini terdiri aktivis yang memiliki kemampuan berkomunikasi dan melakukan pendampingan kepada masyarakat. Komunitas Juang ini akan mendampingi struktur partai supaya dapat menggerakkan mesin partai.

“Dalam konteks ini, Anggota DPRD Kabupaten PALI dari PDI Perjuangan, bertugas sebagai fasilitator Komunitas Juang untuk terlibat dalam membantu dan memperjuangkan aspirasi masyarakat,” kata Ferdian Andreas Lacony. #arf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here