Pelaku Pemukulan di Lapas Mata Merah Menghilang

107
Kepala Lapas Mata Merah Pargiyono saat ditemui di ruang kerjanya.

Palembang, SumselSatu.com

Oknum pegawai Lapas Mata Merah Joni Saputra  (JS) pelaku pemukulan terhadap napi Bisin Azhari hingga meninggal dunia sampai saat ini tidak diketahui keberadaannya. Kaburnya JS berakibat menghambat proses penegakan hukum.

Pargiyono menjelaskan tentang latar belakang JS melakukan pemukulan, yakni yang awalnya diakui oleh  karena faktor hutang piutang. Namun disinyalir ada hal lain yang menjadi pemicu pemukulan hingga napi meninggal.

“Yang bersangkutan JS sampai dengan saat ini tidak diketahui keberadaannya. Sehari setelah meninggalnya almarhum Bisin Azhari tidak pernah masuk kantor lagi. Ketika kita konfirmasi dengan keluarganya, malah keluarganya menayakan balik ke kita. Artinya yang bersangkutan mempersulit diri sendiri,” katanya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (26/3/2018).

Pargiyono mengungkapkan, ketika  dirinya dan rombongan ke rumah almarhum yang mana oleh keluarganya disambut dengan begitu penuh kekeluargaan.

“Keluarganya mengatakan bahwa kita ini nggak ada masalah dengan Pak Kalapas dan dengan pegawai lapas. Masalahnya adalah dengan pihak yang bersangkutan yakni JS, semoga yang bersangkutan masih mau menunjukkan itikad baik nya untuk berbicara bagaimana ini,” bebernya.

Sampai dengan saat ini, lanjut Pargiyono, ternyata JS tidak ada kunjung hadir.  Sehingga dirinya berpikiran negatif.

“Kalau seandainya kapan saja hadir dan kemudian mau berbicara tentang tanggung jawab dan lain sebagainya kita akan pertimbangkan, apakah bisa berdamai,” paparnya.

Pargiyono mengungkapkan, dirinya  selaku kepala lapas sudah membentuk semacam tim khusus dengan bagi tugas, siapa saja punya kesempatan silakan cari informasi mengenai keberadaan orang ini.

Karena diperlukan baik untuk pertanggung jawaban secara dinas maupun terhadap keluarga yang persahabatan almarhum juga terhadap hukum karena ini perkara sudah diajukan ke pihak yang berwajib.

“Sampai saat ini saya bekerja sendiri untuk mencari JS karena kita nggak mungkin juga untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mencari yang bersangkutan. Karena pihak kepolisian mereka sudah punya trik dan cara tersendiri dan lebih canggih,” pungkasnya. #nti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here