Pembebasan Lahan Musi IV dan Musi VI Terkendala Dana

453
Maket Jembatan Musi VI

Palembang, SumselSatu.com

Pembangunan dua proyek jembatan Musi IV dan Musi VI saat ini masih terus berjalan. Namun, pembangunan kedua proyek tersebut bukan tanpa kendala, bahkan bisa saja terhambat pengerjaannya seperti pembebasan lahan di sekitaran dua jembatan tersebut karena saat ini pihak pemerintah kekurangan dana.

Kepala PPTK Jembatan Musi IV, Suwarno mengatajan, pengerjaan jembatan Musi IV yang digadang bakal mengatasi kemacetan serta ditargetkan selesai sebelum perhelatan Asian Games terancam akan memotong dari kontrak awal yang panjangnya mencapai 2 km.

“Kendala pembebasan lahan di wilayah Seberang Ulu tepatnya di jalan KH Azhari menuju jalan Ahmad Yani saat ini belum juga tersentuh oleh pemerintah”, kata Suwarno

Menurut dia, pembebasan lahan dari jalan Slamet Riyadi kawasan Seberang Ilir sepanjang 1129 M sampai ke Jalan KH Azhari semuanya sudah dibebaskan. Namun, dari jalan KH Azhari ke jalan A Yani sepanjang 874 meter lahan tersebut belum dibebaskan.

“Kawasan dari Jalan KH Azhari menuju Jalan A Yani pada Oktber kemarin dijanjikan sudah dibebaskan. Kita juga sudah menargerkan bahwa pengerjaan di kawasan tersebut pada bulan Januari ini mencapai 40 persen. Namun, saat ini realisasinya 0 persen. Jadi, jalan akses terancam dipotong dari kontrak awal pengerjaannya hingga jalan A Yani,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, pengerjaan Jembatan Musi IV per 30 Desember telah mencapai 67,839 persen. Di mana, hal ini melenceng dari target sebelumnya, bahwa akhir tahun 2017 harus mencapai 68 persen.

Selain itu, lanjut Suwarno, nilai kontrak awal jembatan Musi IV yakni, Rp 577 M, namun baru dicairkan Rp 377 M. Kemudian sisa dana untuk pengerjaan jembatan ini 166 M. Di mana, dana ini diluar dari dana pembebasan lahan jalan KH Azhari menuju jalan A Yani yang membutuhkan dana Rp 132 M.

“Jadi, kita pesimis pengerjaannya Musi IV sampai jakan A Yani akan selesai untuk menyukseskan Asian Games. Bahkan, ini terancam dipotong akses menuju jalan utama untuk optimalisasi, lantaran kontraktor tidak mau didenda karena tidak salah,” jelasnya.

Suwarno menjelaskan, pada Juli 2018 bisa beroperasi karena kita juga menunggu dari pihak Komisi Jembatan untuk melakukan loading test, setelah itu baru bisa dibuka, tetapi hanya mencapai jalan KH Azhari tidak sampai jalan A Yani.

Pihaknya mengerjakan jembatan Musi IV ini dibagi dalam 2 shift bahkan 3 shift, mulai dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB, sedangkan shift berikutnya dari jam 9 malam hingga jam 5 pagi.

Di mana, saat ini sedang fokus dalam pemasangan box girder dan apabila telah terpasang ditargetkan April bisa langsung memasang kabel stay pada jembatan.

Lebih jauh diungkapkan, tipe jembatan Musi IV sendiri bertipe Extradous, di mana jembatan ini yang pertama di Indonesia. Untuk keunggulannya lebih kokoh secara kontruksi dan lebih nyaman karena tidak bergerak saat berada di atas jembatan. Lantaran, terbuat dari beton konvensional.

“Tipe jembatan Musi IV ini mirip jembatan Suramadu. Kombinasi kabel stay dan box girder. Jembatan ini terbuat dari beton bukan baja. Jadi perawatannya lebih mudah dibandingkan jembatan rangka baja serta jembatan rangka,” ujarnya.

Jembatan Musi IV ini sendiri selain guna menyukseskan Asian Games, memiliki tujuan utama yakni menagatasi kemacetan. Di sisi lain, jembatan ini juga didesain untuk jalur truk kontrainer (peti kemas) lantaran memiliki kekuatan yang luar biasa.

Progress Jembatan Musi VI

Sementara itu, Kepala Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Jembatan Musi VI, Joko Syahputro mengatakan, saat ini pengerjaan jembatan Musi VI telah mencapai tahap kedua, seperti pemasangan tiang pancang P1, P2, P3 dan P11 serta mempersiapkan jalan akses menuju jembatan. Di mana, lanjut Joko, untuk proses pembebasan lahan milik warga sendiri, dirinya mengklaim sudah mencapai 70 persen.

“Untuk pembebasan lahan di wilayah Seberang Ulu sudah 80 persen sedangkan daerah Seberang Ilir 70 persen. Kita targetkan akan selesai sebelum Asian Games dan mudah-mudahan bulan Juni bisa beroperasi,” ungkap Joko.

Joko menambahkan, untuk kendala lain selain dari pembebasan lahan, pihaknya terkendala arus sungai yang kerap pasang surut, kemudian faktor cuaca terkadang hujan, jadi tidak bisa melanjutkan pekerjaan lantaran membahayakan.

Insya Allah apabila jembatan ini selesai akan bisa mengatasi kemacetan dan lahan akses menuju jalan utama ini nanti akan dilebarkan,” pungkasnya. #ard

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here