Pemuda Harus Adopsi Nilai-Nilai Juang Pahlawan

61
PIAGAM---Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI Perjuangan Sumsel Susanto Adjis, SH, memberikan piagam penghargaan kepada Hernoe Roesprijadji, Sekretaris Wilayah Nahdlatul Ulama/NU Sumsel. (FOTO : IST/DOK.DPD PDI PERJUANGAN SUMSEL)

Palembang, SumselSatu.com

Di era kemerdekaan sekarang ini, para pemuda Indonesia tidak dihadapkan dengan peperangan senjata api. Namun, tantangan global harus dihadapi. Nilai-nilai juang para pahlawan bangsa sepatutnya diadopsi dalam menjalani perjuangan saat ini.

Demikian benang merah Diskusi Publik Peringatan Hari Pahlawan bertema ‘Pahlawan Dalam Perspektif Kekinian’ di Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Sumatera Selatan (Sumsel), di Jalan Basuki Rahmat, Palembang, Sabtu (30/11/2019) lalu.

Diskusi tersebut diselenggarakan Badan Pendidikan dan Latihan Daerah (Badilatda) DPD PDI Perjuangan Sumsel. Hadir sebagai narasumber dalam acara itu, Hernoe Roesprijadji (Sekretaris Wilayah Nahdlatul Ulama/NU Sumsel), Eko B Prasetyo, ST (Head of Branch Indogetjob.com Sumsel), dan Boni Syafrian (Kabid SMA Disdik Sumsel).

“Nilai-nilai juang para pahlawan harus diadopsi oleh generasi saat ini,” ujar Hernoe dalam diskusi tersebut.

Nilai-nilai juang itu seperti semangat pantang menyerah menghadapi lawan. Dalam konteks kekinian, semangat itu adalah tidak mau menyerah terhadap tantangan yang ada saat ini. Pemuda Indonesia harus memanfaatkan waktunya dengan hal-hal positif.

“Pemuda millennial jangan membuang waktu, tantangan ke depan semakin besar,” kata Hernoe.

Sebelumnya, Eko B Prasetyo menyampaikan, pahlawan memiliki beberapa sikap ideal. Yakni, semangat untuk maju, semangat untuk menjadi lebih baik. Kemudian, menjadi tokoh panutan, suri tauladan, dan memberi energi positif. Selain itu, pahlawan senantiasa memiliki pikiran bahwa dirinya adalah bagian dari perubahan.

“Siapa selanjutnya?, siapa lagi kalau bukan kita? (melakukan perubahan-red),” katanya.

Dia mengatakan, pahlawan tidak menunggu waktu untuk melakukan perubahan atau perbaikan itu. Melakukan apa yang bisa dilakukan saat ini.

“Mulai saja aksi dengan menjadi pejuang masa kini. Tidak perlu menunggu lama,” kata Eko.

Di era Revolusi Industri 4.0 saat ini, pahlawan adalah social justice warrior. Yakni, orang yang berjuang untuk keadilan yang terpinggirkan. Hal itu dapat dilakukan dengan merespon fenomena sosial secara cepat dan benar.

Narasumber lainnya, Boni Syafrian mengatakan, pemuda saat ini harus dapat menghadapi tantangan global, yakni semakin berkembangnya teknologi informasi (IT).

Pemuda harus memanfaatkan IT sebaik-baiknya untuk hal-hal yang positif. Hal-hal negatif dari semakin majunya IT adalah musuh di era digital sekarang.

Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI Perjuangan Sumsel Susanto Adjis, SH, menyatakan, dalam suatu perjuangan, dibutuhkan keyakinan yang kuat.

“Yakin terhadap perjuangan, dalam perjuangan butuh keyakinan yang kuat,” kata Susanto yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumsel itu.

Ketua Panitia Diskusi Publik Peringatan Hari Pahlawan Badiklatda DPD PDI Perjuangan Sumsel Achmad Sazali menyampaikan, diskusi dilaksanakan dalam rangka memeringati Hari Pahlawan.

Sazali mengatakan, ratusan peserta yang mengikuti diskusi adalah pengurus OSIS SLTA, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi (PT), serta organisasi kemasyarakatan dan pemuda di Kota Palembang.

“Kami berharap dengan diskusi ini akan semakin menumbuhkankembangkan semangat patriotik dalam jiwa para peserta khususnya, dan pemuda di Sumsel umumnya,” kata Sazali yang akrab disapa Jack itu. #arf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here