
Jakarta, SumselSatu.com
Kekayaan hayati Indonesia kembali bertambah. Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Latifah Nurul Aulia, berhasil mengidentifikasi spesies baru keong darat yang ditemukan di kawasan karst Sumatera Selatan.
Penemuan ini menjadi bukti nyata pentingnya riset berkelanjutan dalam mengungkap ekosistem unik di Indonesia. Spesies baru tersebut diberi nama ilmiah Chamalycaeus dayangmerindu. Nama “dayangmerindu” diambil dari lokasi penemuannya di Padang Bindu, Sumatera Selatan, yang juga dikenal dengan situs prasejarah Gua Putri dan legenda Dayang Merindu.
Penelitian ini merupakan buah manis dari kolaborasi lintas instansi, melibatkan Universitas Negeri Surabaya serta Széchenyi István University dari Hungaria. Penemuan ini bermula dari ekspedisi eksplorasi di kawasan karst Sumatera pada tahun 2021.
“Data ilmiah mengenai spesies baru terus berkembang dan menjadi fondasi krusial bagi upaya perlindungan ekosistem di Indonesia,” tulis keterangan resmi melalui akun Instagram @brinpedia, Senin (23/3/2026).
Latar belakang penemunya, Latifah Nurul Aulia, juga mencuri perhatian. Ia memulai riset ini melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan melanjutkannya di BRIN lewat skema Bantuan Riset bagi Talenta Riset dan Inovasi (Barista).
Proses pengukuhan status sebagai spesies baru tidaklah singkat. Para peneliti melakukan studi komprehensif selama hampir lima tahun, yang meliputi pengamatan detail terhadap bentuk dan struktur cangkang, membandingkan sampel dengan koleksi ilmiah global dan memastikan posisi spesies dalam genus Chamalycaeus. Hasil riset ini telah resmi dipublikasikan di jurnal ilmiah internasional, ZooKeys, pada Maret 2026.
Kawasan karst Padang Bindu di Sumatera Selatan dikenal sebagai ekosistem yang sangat spesifik dan sering menjadi habitat bagi spesies endemik yang tidak ditemukan di tempat lain.
Penemuan Chamalycaeus dayangmerindu mempertegas bahwa kawasan karst Sumsel memiliki nilai konservasi yang sangat tinggi. Penemuan ini menambah panjang daftar keanekaragaman hayati Indonesia sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian kawasan karst dari ancaman kerusakan lingkungan. #fly










