Pompanisasi dan Kanalisasi Jadi Siasat Panen

102
Irigasi sawah (Foto: sinarsumsel.com

Palembang, SumselSatu.com

Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) merupakan salah satu provinsi yang selalu menjadi penyuplai kebutuhan beras di Indonesia. Meskipun memiliki banyak sawah ber-rawa dan pasang surut. Sumsel setiap tahunnya selalu menjadi surplus beras Nasional.

Keberhasilan ini dikarenakan program Pompanisasi serta Kanalisasi yang diterapkan pemerintah Provinsi Sumsel mengingat banyaknya sawah pertanian ber-rawa dan pasang surut di Sumsel.

Bahkan sekarang program ini menjadi contoh daerah lain karena baru diterapkan pertama kali dan berhasil meningkatkan hasil pertanian.

“Selama ini sebelum adanya pompanisasi para petani dalam setahun hanya bisa satu atau dua kali memanen dalam setahun. Namun semenjak ada pompanisasi, bisa mencapai tiga kali tanam dan panen. Hal ini sangat membantu dalam meningkatkan hasil produksi,” ujar kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumsel Erwin Noorwibowo, Minggu (21/1/2018).

Kanalisasi sendiri difungsikan untuk sawah pertanian ber-rawa, sementara Pompanisasi di tujukan untuk sawah pertanian pasang surut. Sistem kanalisasi dan pompanisasi bisa mengairi wilayah sawah di musim kering atau menyedot kelebihan air di musim hujan.

“Selama ini kanalisasi sudah berjalan tetapi hanya di beberapa wilayah sehingga perlu penambahan kanal untuk wilayah pertanian rawa. Berbeda dengan pompanisasi, program ini baru berjalan selama satu tahun dan menjadi percontohan di wilayah lain,” ungkapnya.

Sejauh ini, Program pompanisasi dan kanalisasi berhasil mengatasi masalah yang selalau menimpa para petani ketika pergantian musim, sehingga petani bisa menghasilkan panen sampai tiga kali dalam setahun.

“Selama ini, ketika musim panas sawah petani mengalami kekeringan, sedangan musim hujan datang sawah bisa mengalami banjir yang mengakibatkan padi mati dan gagal panen. Tapi setelah adanya Pompanisasi dan Kanalisasi kedua kendala ini bisa di atasi dan petani bisa menanam dan panen di musim apapun ,” jelas Erwin.

Lanjut Erwin, Menyikapi keberhasilan pompanisasi dan kanalisasi dalam meningkatkan hasil produksi, Pemerintah pusat untuk tahun ini akan menyiapakn anggaran yang besar agar kedua program ini bisa di terapkan di daerah lain.

“Selama tahun 2017 kelebihan beras di wilayah Sumsel banyak dikirim ke pulau Jawa dan memenuhi permintaan nasional. Keberhasilan ini menjadi contoh Jambi, dan Sumbar serta wilayah lainnya. Jadi pemerintah pusat akan menurunkan anggaran besar agar program ini bisa diterapkan di seluruh Indonesia sehingga kita tak perlu lagi meng-Impor beras atau bahkan kita menjadi importir beras ke Negara lain,” tutupnya. #ard

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here