Prestasi Juga Tergantung Database

67
Diskusi Focus Group Discussion (FGD) Pengumpulan Data Pelaku dan Tenaga Keolahragaan Nasional, Selasa (29/8/2017)
Palembang, SumselSatu.com – Saat ini peperangan tak lagi berbentuk senjata. Peperangab kini terjadi di bidang olahraga dalam segala cabor. Hal inilah yang disampaikan Sekretaris Umum KONI Sumsel Ahmad Taqwa, pada Focus Group Discussion (FGD) Pengumpulan Data Pelaku dan Tenaga Keolahragaan Nasional Provinsi Sumsel Mendukung Persiapan Asian Games 2018, di Hotel Peninsula, Selasa (29/8/2017).
Dalam diskusi yang dihadiri seluruh pengprov di Sumsel ini, Taqwa mengungkapkan, jika data menjadi awal dalam meraih prestasi.  Data menjadi bagian penting dalam sistem untuk mencapai prestasi di bidang olahraga. Saat ini, KONI Sumsel terus bekerja mendorong prestasi di PON 2020.
Sriwijaya 2020 sudah dibentuk sebagai sistem untuk menyiapkan atlet di PON Papua.
“Maret lalu sudah kita mulai, atlet berprestasi yang datanya sudah ada, sudah dipanggil dan dikumpulkan, dan telah disiapkan,” ucapnya.
Di era saat ini, data atlet ataupun pelatih prestasi, tak hanya sebatas tersedia saja. Tapi saat ini soal kecepatan.
“Kalau dibutuhkan data, dalam hitungan menit bisa kita dapat, barulah peperangan di bidang olahraga bisa dimenangkan,” ucapnya.
Misalnya saat dibutuhkan data untuk pemberian penghargaan buat atlet atau berprestasi pada Hari Kemerdekaan RI atau Hari Olahraga Nasional. Maka KONI Sumsel ataupun Pengprov harus punya database.
Di tempat yang sama, Wakabid Pendidikan dan Penataran KONI Pusat Nazarudin menambahkan, kedatangan pihaknya ke Sumsel guna meng-update database yang ada saat ini.
“Kita apresiasi database yang sebenarnya sudah ada di KONI Sumsel, kita tahu juga ini Provinsi terbaik di luar Jawa, karena banyak event internasional digelar di sini,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Wakil Bidang Pusat Pengolahan Data (Pulahta) Trisono Widiyanto, diakuinya jika data yang ada sekarang tertinggal jauh dengan yang ada di daerah. Pihaknya terakhir mengupdate database saat PON di Bandung. Tapi, itu juga masih jauh dari sempurna.
“Misalnya di data kita, Sumsel cuma punya 14 pelatih, empat wasit, saya kira pasti lebih, makanya kami datang dan akan membagikan formulir untuk memperbaharui database itu,” ucapnya.
Dari biodata yang disiapkan, jauh lebih lengkap. Sebut saja seperti gizi atlet, berat badan, medis, tenaga teknis, bahkan ukuran sepatu atlet pun diminta.
“Kita mau semua data itu terisi, sehingga saat dibutuhkan telah tersedia,” ucapnya.
Sementara terkait permintaan pengprov untuk mempermudah pengisian formulir lewat aplikasi atau imeal langsung, pihaknya pun siap untuk mengakomodir hal itu.
“Tujuan kegiatan ini mengetahui apa yang harus dilakukan untuk pengumpulan data, jadi pastinya akan kita pertimbangkan seluruh masukan,” katanya.  (Ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here