Puluhan Kader PKK Dilatih Memberdayakan Kesejahteraan Keluarga

24
Suasana pelatihan Tim Penggerak Ketua TPK3PKK di Ruang Meeting Hotel Duta Palembang, (28-30/11/2017).

Palembang, SumselSatu.com

Sekitar 75 anggota TP PKK Provinsi Sumsel mengikuti Pelatihan Tim Penggerak Ketua Kelompok – Kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TPK3PKK) di Ruang Meeting Hotel Duta Palembang 28-30 November. Mereka ini berasal dari 17 kabupaten dan kota se-Sumsel.

Wakil ketua TP PKK Hj Tartila Ishak Mekki mengatakan tujuan diadakan pelatihan ini agar para kader dapat memahami upaya TP PKK dalam meningkatkan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga serta memahami penerapan 10 program pokok PKK serta mampu mengenali masalah dan potensi dalam pembangunan di desa atau kelurahan.

Menurut Tartila Gerakan PKK saat ini cukup mendapat perhatian dari masyarakat. “Tentu saja berkat ketekunan dan keuletan para kader yang dengan giat dan iklas telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk mensejahterakan keluarga,” katanya.

Sekretaris PKK Ir Sumarni menjelaskan bahwa pelatihan TPK3PKK merupakan salah satu program kerja bidang organisasi Sekretariat dan Pokja II TP. PKK Provinsi Sumatera Selatan tahun 2017.

Sumarni menjelaskan bahwa tugas dari TP PKK Provinsi adalah menyusun rencana kerja PKK sebagai penjabaran hasil rakernas VIII dan Rakerda sesuai dengan 10 Program Pokok PKK.

“Melalui pelatihan ini kami mengharapkan agar para kader khususnya kader yang baru bergabung di PKK dapat menimba ilmu, menambah wawasan dan kemampuan serta meningkatkan keterampilan, agar ada peningkatan mutu dalam pengelolaan gerakan PKK dan kinerjanya,” ungkapnya.

Sementara itu narasumber dari Bappeda H Dwiva Putra, menyampaikan materi mengenai cara membuat program kegiatan kerja dengan kearifan lokal. Menurutnya dalam membuat program kerja yang harus diperhatikan adalah karekteristik budaya setempat.

“Dalam membuat program kerja, tiap daerah mempunyai kearifan lokal masing-masing, agar program kerja itu bisa diterima masyarakat kita harus menggali potensi daerah dan tidak berbenturan dengan budaya mereka. Tentu yang paling penting adalah actian dari program tersebut, tidak bisa hanya dibicaraka saja,” terangnya di hadapan para peserta.

Turut memberikan pelatihan selama tiga hari ini yaitu Rossi Rozana Septimurni dan Suwodiono Winardi yang merupakan narasumber dari PKK Pusat. #ard

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here