Rapat Paripurna Digelar Dengan Konferensi Video

6
LKPJ---Gubernur Sumsel Herman Deru menyampaikan LKPJ Tahun Anggaran 2019 dalam Rapat Paripurna secara konferensi video. (FOTO: IST/DOK.HUMAS PEMPROV SUMSEL)

Palembang, SumselSatu.com

Akibat kasus Covid-19, pada Senin (20/4/2020), Rapat Paripurna XIII Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), digelar dengan video conference atau konferensi video. Rapat Paripurna itu beragendakan ‘Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sumsel Tahun Anggaran 2019’.

Gubernur Sumsel Herman Deru tidak datang ke Gedung DPRD Sumsel. Tetapi, berada di Command Centre Sumsel, di Kantor Gubernur Sumsel. Sedangkan, Ketua DPRD Sumsel R A Anita Noeringhati yang memimpin rapat paripurna, berada di Gedung DPRD Sumsel. Anggota DPRD Sumsel yang menjadi peserta rapat berada di ruang fraksi masing-masing.

Anita Noeringhati mengatakan, rapat paripurna digelar teleconference karena memerhatikan protokol kesehatan, dengan jumlah peserta dalam ruangan terbatas. Hal itu dilakukan sebagai upaya agar tidak terjadi penyebaran Virus Corona.

“Kami juga ikut prihatin atas penyebaran Covid di Sumsel dan ikut merasakan duka mendalam, baik pada keluarga korban maupun tenaga medis yang terinfeksi. Semoga wabah Covid ini bisa diatasi dengan baik dan kami mendukung pemprov dalam hal penanganan Covid ini,” kata Anita.

Gubernur Sumsel Herman Deru menyampaikan, target pendapatan daerah Provinsi Sumsel sebesar Rp9,849 triliun (T) lebih, dan terealisasi Rp9,233 T lebih.

Kemudian, belanja daerah terealisasi sebesar Rp6,418 T lebih atau 90,72% dari yang direncanakan sejumlah Rp7,074 T lebih.

Sedangkan penerimaan pembiayaan terealisasi sebesar Rp680,516 miliar (M) lebih atau 99,06% dari target sejumlah Rp686,982 M lebih.

“Demikian pengantar yang dapat kami sampaikan. Untuk mendapatkan gambaran yang utuh tentang LKPJ TA 2019 ini, kami telah menyampaikan buku laporan pertanggungjawaban ini kepada anggota dewan terhormat dalam bentuk dokumen lengkap,” kata Gubernur.

Di awal Deru menyampaikan, 2019 merupakan tahun pertama pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumsel Periode 2019-2023.

Deru mengatakan, hingga 31 Desember 2019, telah banyak prestasi dan keberhasilan pembangunan yang dicapai.

“Kami sudah mendapat 52 penghargaan atau rata-rata setiap delapan hari mendapat satu penghargaan sejak HD-MY dilantik 1 Oktober 2018,” kata Deru.

Dalam penyampaian laporannya, Gubernur membagi materi menjadi dua bagian. Pertama, prioritas pembangunan 2019 dan capaian kinerja pembangunan. Kedua, realisasi pengelolaan keuangan daerah.

Disampaikan Deru, pada RPJMD Sumsel terdapat 16 sasaran yang setiap tahun dirangkum dalam beberapa prioritas pembangunan.  Prioritas pembangunan Sumsel 2019 meliputi pembangunan manusia berkualitas, yakni  dengan keberhasilan meningkatkan beberapa capaian indeks pembangunan manusia (IPM), menurunkan angka kemiskinan, dan pencapaian di bidang pendidikan dan kesehatan.

Kemudian, pengurangan kesenjangan wilayah yang tergambar dari pencapaian infrastruktur dasar pada sanitasi sebesar 83,02%, air minum layak sebesar 80,37%, dan peningkatan jalan mantap di Sumsel yang sangat signifikan pada 2019.

Selanjutnya, kata Deru, adalah peningkatan nilai tambah ekonomi berbasis green growth, dan stabilitas keamanan dan pemantapan reformasi birokrasi.

Gubernur juga menyampaikan capaian indikator makro pembangunan 2019. Yakni, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,71 %, lebih tinggi dibanding nasional sebesar 5,02%, dan tertinggi di regional Sumatera serta Peringkat III tertinggi (Regional Sumatera dan Bali), setelah DIY Yogyakarta 6,60% dan DKI Jakarta 5,89%.

Kemudian gini rasio Sumsel sebesar 0,331, lebih rendah dibandingkan nasional 0,382, dan lebih baik dibandingkan dengan target RKPD 0,355, yang menunjukkan bahwa kesenjangan antar pendapatan di Sumsel termasuk kategori rendah.

“Yang tak kalah penting di Sumsel tingkat inflasi sebesar 2,06%, lebih rendah dibandingkan dengan nasional 2,72%, yang menunjukkan harga bahan pokok di Sumsel cukup stabil. Serta tingkat pengangguran terbuka 4,48%, lebih rendah dibandingkan dengan nasional 5,28%,” kata Deru.

Selain menyampaikan pengantar LKPJ, Gubernur juga menyaksikan pembentukan Pansus-Pansus DPRD Sumsel berdasarkan komposisi Komisi-Komisi DPRD Sumsel. #nti 

PENGANTAR LKPJ GUBERNUR SUMSEL TENTANG APBD SUMSEL 2019: 

PENDAPATAN DAERAH

  • Target : Rp9.849.942.842.746,55
  • Realisasi : Rp9.233.287.701.169,73 (93,74%).

BELANJA DAERAH:

  • Target : Rp7.074.829.339.229,22.
  • Realisasi : Rp.6.418.398.930.897,59 (90,72%).

PENERIMAAN PEMBIAYAAN:

  • Target : Rp.686.982.783.412,29.
  • Realisasi : Rp.680.516.254.016,82 (99,06%).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here