Ratusan Korban Luka Akibat Ledakan Bom Truk, Somalia Darurat Stok Darah!

44
Korban luka akibat ledakan bom truk di Somalia dibawa ke rumah sakit yang lebih memadai dengan bantuan pesawat Turki dan Qatar

Mogadishu, SumselSatu.com

Korban tewas akibat ledakan bom truk di Mogadishu, Somalia terus bertambah menjadi 300 orang. Korban luka dalam insiden yang sama mencapai 400 orang. Somalia yang tidak memiliki bank darah, sangat membutuhkan stok darah untuk para korban.

Dua ledakan bom truk yang mengguncang perempatan sibuk di jalanan ibu kota Mogadishu pada Sabtu (14/10) waktu setempat, menghancurkan gedung-gedung dan menghanguskan kendaraan yang ada di sekitarnya. Ledakan bom ini disebut sebagai serangan teror terburuk di Somalia.

Belum ada kelompok maupun pihak tertentu yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan itu. Namun otoritas setempat menyebut bentuk serangan ini mirip seperti yang dilakukan militan Al-Shabaab, yang terkait jaringan Al-Qaeda.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (17/10/2017), Menteri Informasi Somalia, Omar Osman, menuturkan Somalia sama sekali tidak memiliki bank darah. Situasi ini diperparah dengan terbatasnya sistem layanan kesehatan setempat, sehingga menghambat penanganan medis untuk para korban.

“Kami meminta (stok) darah, kami meminta bantuan untuk memverifikasi korban tewas agar keluarga mereka bisa mengetahuinya,” ucap Osman lewat sambungan telepon kepada Reuters.

Sejumlah negara, seperti Turki dan Qatar, telah membantu menyediakan bantuan medis untuk Somalia. Bantuan medis dari negara tetangga seperti Djibouti dan Kenya tiba dengan pesawat pada Selasa (17/10) waktu setempat.

Osman menyebut, bantuan ‘ambulans udara’ tengah dalam perjalanan dari Qatar. Disebutkan Osman bahwa Qatar akan mengevakuasi 25 korban luka dan membawanya ke sebuah rumah sakit di Sudan.

Sementara Turki, yang merupakan investor terbesar Somalia, telah mengevakuasi 35 korban luka, yang dalam kondisi kritis, dengan pesawat pada Senin (16/10) waktu setempat. Turki juga mengirimkan tim dokter, yang terdiri atas dokter bedah dan dokter khusus luka-luka tulang belakang.

“Mereka membantu merawat orang-orang di sejumlah rumah sakit di Mogadishu,” sebut Osman.

Somalia yang terletak di Tanduk Afrika atau Afrika bagian timur ini merupakan salah satu negara termiskin di benua tersebut. Somalia dilanda serangkaian konflik sejak tahun 1991, saat klan tuan tanah melengserkan diktator yang menguasai negara itu, namun malah berujung konflik baru.

Sejak lama, Somalia mengalami kelangkaan pangan dan bergantung pada bantuan asing untuk mendukung kebutuhan dasar rakyatnya. #min

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here