
Palembang, SumselSatu.com
Rumah Sakit Umum Pusat dr Mohammad Hoesin (RSMH) melaksanakan Grand Opening dan Peresmian Klinik Nyeri Terpadu (Pain Clinic) di Instalasi Graha Eksekutif RSUP, Jumat (18/8/2023).
“Hari ini dilaksanakan launching Integrated Pain Clinic. Selama ini problem nyeri dilayani secara terpisah mulai dari dokter ahli ortopedi bisa menangani nyeri untuk masalah tulang, kemudian dokter ahli syaraf bisa menangani dari keilmuannya sendiri, lalu dokter anak dan dokter anestesi juga sama,” ujar Direktur Medik dan Keperawatan dr Paryanto, SpOG, MARS.
Paryanto menerangkan, di RSMH seluruh layanan nyeri tadi karena saling terkait sehingga perlu disatukan menjadi sebuah pusat layanan nyeri. Karena antara spesialisasi dengan spesialisasi yang lain ada keterkaitan dan pihaknya fokusnya ke penanganan nyeri tanpa operasi.
Mulai dari yang ringan dengan minum obat. Kemudian dengan rehabilitasi medik dengan infra merah dan lain sebagainya sampai ke injeksi obatan maupun injeksi suatu substansi yang mencegah kerusakan sel dengan panduan, ultra sonografi sampai alat canggih yang sering disebut (C Arm).
“C Arm adalah sejenis alat radiologi di kamar operasi bisa mendeteksi titik simbol mana yang rusak, maka dari situlah kita bisa intervensi dalam jangka panjang,” katanya.
Dijelaskan Paryanto, untuk pelayanan ini ada yang ditanggung Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan ada yang tidak.
Selama ini ada keluhan nyeri yang ditanggung BPJS. Akan tetapi tentunya dilayanani di unit masing-masing, sedangkan untuk Graha Eksekutif Pain Clinic adalah layanan eksekutif yang ditujukan secara terpadu untuk pasien yang tidak memakai BPJS.
“RSMH selaku RS vertikal punya tanggung jawab untuk menangkap pasien yang tidak puas dengan layanan RS dalam negeri dan berobat ke luar negeri untuk mencari terapi,” katanya.
“Kebetulan RSMH saya identifikasi ada berbagai spesifikasi, di mana ada lebih dari 20 tenaga ahli yang mampu dan mempunyai alatnya. Maka dari itu kita buat Integretad Pain Clinik,” katanya.
“Jadi untuk di graha ini segmen pasarnya adalah pasien yang selama ini pada lari ke luar negeri. Sedangkan untuk pasien yang menggunakan BPJS untuk nyeri di masing masing unit itu dilayani juga, tetapi masalah detail atau tidaknya tentunya kita menyesuaikan mana yang ditanggung BPJS mana yang tidak. Kalau masalah biaya itu tergantung keluhannya,” tambahnya.
Direktur utama RSMH dr Siti Khalimah, SpKJ, MARS menambahkan, RSMH membuka satu inovasi layanan baru, yaitu klinik nyeri, di mana klinik nyeri ini merupakan layanan yang komprehensif dan multidisiplin tidak hanya satu disiplin ilmu, tetapi semua disiplin ilmu yang berhubungan dengan nyeri.
“Mungkin inilah perbedaan dan kelebihan RSMH dari RS lain yang belum menjadi RS Rujukan. Karena kita mempunyai para ahli yang banyak dan lengkap sehingga layak kita berikan pelayanan komprehensif. RSMH mempunyai alat canggih yang bisa mengatasi nyeri tersebut, terutama pada nyeri nyeri yang tidak bisa dilayani oleh layanan primer atau layanan sekunder yang banyak bermain dengan obat,” katanya.
Selain pengobatan, RSMH juga memiliku layanan yang lebih komprehensif dengan menggunakan alat dan penanganan lebih komprehensif oleh berbagai disiplin.
Dia berharap Klinik Nyeri RSMH bisa menjadi rujukan bagi RS yang lain dan Puskesmas dalam tatalaksana nyeri, terutama bagi mereka yang tidak mampu diatasi oleh layanan RS lain.
“Salah satu upaya kita sebagai RS Rujukan adalah bagaimana masyarakat Indonesia itu percaya pada layanan kita. Karena semakin hari semakin banyak masyarakat Indonesia berobat ke luar negeri. Oleh karena itu, kami mengemas pelayanan ini mulai dari gerai pelayanan eksekutif. Kami mulai pengemasan ini dengan profesional dan nyaman bagi pasien sehingga pasien itu mendapatkan layanan yang nyaman,” tegasnya. #nti