
Palembang, SumselSatu.com
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Deklarasi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilulkada) Damai di Fave Hotel, Sabtu (26/10/2024).
Selain deklarasi, turut dilakukan
pengukuhan dan rapat kerja Badan Pengurus Harian Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Sumsel Periode 2024-2026 dengan tema ‘Kolaboratif IMM Sumsel Untuk Menyongsong Masa Depan’.
Adapun isi deklarasi tersebut.yakni pertama siap mensukseskan Pilkada serentak tahun 2024 di wilayah Provinsi Sumsel yang berintegritas, aman, damai dan demokratis. Kedua, siap menjaga keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945. Ketiga, Mari wujudkan Pilkada tanpa berita hoaks, isi SARA, politiksasi agama, politik identitas demi terciptanya kondusivitas tibmas di Sumsel.
Ketua Umum DPD IMM Sumsel Periode 2024-2026 M Wahyu Nugroho menyatakan sikap siap mendukung Pemilu damai.
“Pada tanggal 27 November nanti kita akan memilih putra-putrinya baik Sumatera Selatan yang akan menahkodai baik untuk Pemprov Sumsel maupun kabupaten serta kota. Ini menjadi salah satu inisiatif kami bagaimana menciptakan zero konflik di Sumatera Selatan,” katanya.
Wahyu mengatakan, ada beberapa daerah yang memang rawan konflik karena terkait dengan isu SARA, agama dan yang lain-lain.
“DPD IMM Sumsel secara pribadi dan secara organisasi tidak akan pernah mendukung siapapun. Kami akan mendorong pemilu damai, karena kita butuh pemimpin terbaik untuk memimpin Sumatera Selatan serta pemimpin di kabupaten dan kota. IMM Sumsel tidak akan pernah berpolitik ataupun memberikan dukungan politik seperti apapun,” katanya.
“Kami mendorong semua stakeholder untuk bersikap untuk menyampaikan gagasan konstruktif. Bagaimana di Sumatera Selatan ini di daerah zero konflik yang selama ini dicanangkan harus harus menjadi suatu pondasi, bukan hanya tagline, bukan hanya sekadar kata-kata. Tapi harus menjadi pondasi awal, harus menjadi yang memang terukur,” katanya.
Wahyu berharap pemimpin yang terpilih kedepan akan terjalin kolaborasi. Pemerintah bisa melibatkan organisasi kemahasiswaan khususnya dari IMM Sumsel. Karena pada dasarnya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ini memiliki suatu pemikiran intelektual suatu gagasan konstruksi untuk membangun daerah setempat ataupun membangun Provinsi Sumatera Selatan.
“Kami berharap ke depannya kolaborasi ini berlangsung untuk jangka panjang bisa memberikan dampak positif ke depannya dan bisa kolaborasi untuk membangun Sumatera Selatan maupun di kabupaten kota setempat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut Wahyu mengungkapkan, keriteria pemimpin yang diharapkan adalah yang memiliki gagasan konstruktif, gagasan yang memang bisa menyentuh masyarakat bawah. Bukan hanya sekadar oleh money politik, bukan hanya sekedar kampanye black campaign ataupun yang lainnya. Tapi bagaimana visi, misi serta gagasan itu yang bisa diterima ataupun bisa sampaikan.
“Kami berharap semua putra putri terbaik Sumatera Selatan yang mencalonkan diri baik dari Bupati, Walikota ataupun Gubernur ini memiliki gagasan yang konstruktif jangan hanya mengedepankan politik cara politik kita ataupun politik yang lainnya tapi adu gagasan. Bagaimana untuk membangun Sumatera Selatan 5 tahun ke depan, beberapa kabupaten kota. Kami mengimbau untuk teman-teman cabang kader-kader yang Sumatera Selatan berilah kontribusi nyata ke setiap kabupaten kota. Kami tetap menjaga netralitas tetap menjaga kondusivitas,” tegasnya. #nti