Tengah Malam, Menlu Retno Tiba di Myanmar untuk Bahas Rohingya

31
Menlu Retno Marsudi tiba di Myanmar.

Jakarta, SumselSatu.com

Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi telah tiba di Myanmar tengah malam ini. Retno dikirim oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Myanmar untuk meminta agar aksi kekerasan terhadap etnis Rohingya di Rakhine dihentikan.

Retno tiba di Yangon, Myanmar, sesaat sebelum tengah malam, Minggu (3/9). Dia disambut oleh Dubes RI di Yangon, Ito Sumardi beserta dua pejabat tinggi Myanmar, yakni Deputy Direktur Jenderal Protokol, U Zaw Thomas O serta Dirjen Strategic Study Kemlu Myanmar, Daw Khay Thi.

“Menlu RI telah mendarat di Yangon hampir tengah malam tanggal 3 Agustus 2017,” ujar juru bicara Kemlu RI Arrmanatha Nasir, Senin (4/9/2017) dini hari seperti dikutip dari detikcom.

Tengah Malam, Menlu Retno Tiba di Myanmar untuk Bahas RohingnyaFoto: Menlu Retno Marsudi tiba di Myanmar. (Dok. Istimewa).

Menurut pria yang akrab disapa Tata ini, pagi hari nanti pukul 07.00 waktu setempat, Retno akan melanjutkan perjalana ke ibu kota Myanmar, Naypyidaw. Retno akan melakukan pertemuan dengan State Counsellor, Daw Aung San Suu Kyi, dilanjutkan dengan pertemuan dengan beberapa menteri lain Myanmar lainnya.

“Pertemuan akan dilakukan seharian. Sore hari, Menlu RI akan kembali ke Yangon,” kata Tata.

Kemudian pada Selasa (5/9), Retno aka melanjutkan perjalanan ke Bangladesh. Pertemuan untuk membahas soal pengungsi etnis Rohingya yang pergi ke Bangladesh karena kekerasan dari militer Myanmar.

“Pagi hari, 5 September, Menlu RI akan menuju ke Dhaka, Bangladesh, untuk melakukan Pertemuan dengan Menlu Bangladesh guna membahas isu pengungsi,” terang Tata.

Seperti diketahui, sejauh ini dilaporkan sekitar 58.600 warga Rohingya melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh, demi menghindari konflik yang kembali pecah di Rakhine, sejak pekan lalu. Konflik itu dipicu bentrokan militer Myanmar dengan militan lokal yang bernama Pasukan Penyelamat Arakan Rohingya (ARSA).

Kepergian Menlu Retno ke Myanmar dan Bangladesh atas perintah Presiden Jokowi. Jokowi sudah memberi pernyataan resmi mengecam terjadinya krisis kemanusiaan di Myanmar itu.

“Siang tadi Menlu telah berangkat ke Myanmar untuk meminta pemerintah Myanmar agar menghentikan dan mencegah kekerasan, agar memberikan perlindungan kepada semua warga termasuk muslim di Myanmar dan agar memberikan akses bantuan kemanusiaan,” ujar Jokowi, Minggu (3/9).

“Saya juga menugaskan Menlu terbang ke Dhaka Bangladesh dalam rangka menyiapkan bantuan kemanusian yang diperlukan pengungsi berada di Bangladesh,” imbuhnya. #min

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here