Unjuk Rasa Berakhir Ricuh, Banyak Petugas Terluka

73
AMANKAN ---- Petugas mengamankan seorang pendemo yang diduga turut memulai aksi lempar batu saat aksi di kantor Bawaslu Kabupaten PALI, Jumat (3/5/2019). (FOTO: SS1/ABI)

PALI, SumselSatu.com

Aksi unjuk rasa yang dilancarkan Aliansi Masyarakat Tanah Abang Abab Bersatu (MANTAP), Jumat (3/6/2019), di kantor Bawaslu Kabupaten PALI, berakhir ricuh. Aksi saling lempar batu membuat banyak personel TNI/Polri yang bertugas menjaga keamanan, terluka.

Bahkan, pendemo pun mengalami hal yang sama. Dalam aksi ini, massa menuntut dilaksanakan pemungutan suara ulang (PSU) di daerah pemilihan (dapil) 3 Kabupaten PALI, yaitu Kecamatan Tanah Abang dan Abab.

Akibat kejadian ini, petugas kepolisian terpaksa mengamankan puluhan pendemo yang diduga ikut terlibat melakukan aksi lempar batu hingga menimbulkan kericuhan. Mereka diangkut ke Mapolres Muaraenim.

Sebelum ricuh, ratusan massa memaksa masuk kantor Bawaslu Kabupaten PALI yang dijaga ketat aparat keamanan. Koordinator Aksi sempat menyampaikan orasi tuntutannya di depan kantor Bawaslu PALI. Sayangnya, setelah lebih kurang satu jam aksi massa berlangsung, tidak ada satupun perwakilan Bawaslu PALI yang menemui massa.

Pendemo mulai gusar dan berlanjut aksi dorong-dorongan. Tak lama aksi saling lempar batu tidak dapat terhindarkan.

Plt Kepala Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten PALI Rizal Pahlevi, AP, MSi, mengatakan, permasalahan yang disampaikan massa harusnya dilakukan sesuai mekanisme yaitu, dari pleno di tingkat KPPS hingga pleno di kecamatan.

“Jadi kalau ada keberatan, silakan sampaikan pada saat pleno di KPPS dan PPK, karena di KPPS dan PPK sudah ada pleno. Proses yang diselenggarakan oleh penyelenggara pemilu sudah clear,” ujarnya.

Rizal menerangkan, kalau ada kelompok-kelompok yang keberatan harusnya menggunakan mekanisme, jangan sampai mencederai proses rekapitulasi yang sedang berlangsung.

“Kami sangat menyesalkan adanya kejadian ini, apalagi Aliansi MANTAP tidak terdaftar di Kesbangpol dan tidak berbadan hukum,” tutupnya.

Sementara itu, sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kepolisian maupun TNI terkait aksi unjuk rasa yang melukasi sejumlah anggota TNI dan Polri tersebut. #abi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here