Wabup Muratara Buka Paksa Kantor Dinas PU Perkim

165
Wabup Muratara bersama Kasat Pol PP menunggu kedatangan masyarakat yang menyegel kantor Dinas PU Perkim Muratara. (Foto: SS1/HENGKY)

Muratara, SumselSatu.com

Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Devi Suhartoni turun langsung membuka Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kaeasan Permukiman (PU Perkim) Muratara yang disegel sejumlah warga,    Selasa (24/10/2017) sekitar pukul 09.00.

Pintu kantor tersebut dipaksa dibuka dengan menggunakan alat pemukul dan dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja, setelah selama 30 menit menunggu kedatangan warga yang menyegel kantor.  Nomor telepon yang melakukan penyegelan tidak dapat dihubungi.

Penyegelan dilakukan warga Rupit dengan menggunakan dua kunci gembok besar. Mereka kesal karena sulitnya menemui Kepala Dinas PU Perkim maupun sekretarisnya, untuk menanyakan ada atau tidak proyek yang dapat dikerjakan kontraktor lokal.

Wakil Bupati Muratara Devi Suhartoni datang ke Kantor Dinas PU Perkim Muratara sekitar pukul 08.30. Bupati bertemu dengan lima orang Tenaga Kerja Sukarela (TKS) yang menunggu di depan kantor dan tidak dapat masuk.

Wabup meminta agar kantor tersebut segera dibuka dan menanyakan siapa pelaku yang melakukan tindak penyegelan tersebut kepada Anggota Satpol-PP dan Kepala Kesbangpol Muratara.

“Buka kantor, kalau tidak ada kunci paksa dengan alat pemotong atau dipukul. Ini kantor pemerintah bukan kantor pribadi,” tegas Devi Suhartoni.

Bupati mengimbau TKS harus tetap bekerja.

“Jika ada kembali penyerangan kalian tetap kerja, jangan berkata dan melawan. Tapi hubungi saya,” kata Wabup.

Terpisah, Bayu salah seorang yang juga melakukan penyegelan Kantor Dinas PU Perkim Muratara mengatakan, pihaknya kesal dan menuding adanya dugaan monopoli paket proyek Tahun Anggaran 2017.

“Kami menduga adanya monopoli pekerjaan paket proyek anggaran tahun 2017. Selain itu sudah tiga bulan terakhir Sekretaris DPU Perkim tidak pernah masuk dan tidak adanya kejelasan bagi kontraktor lokal untuk bekerja,” kata Bayu.

Dia menegaskan Dinas PU Perkim Muratara harus memberikan kejelasan bagi kontraktor lokal. Jika tidak ada pekerjaan katakan tidak ada, jika ada katakan ada. “Kami hanya minta kejelasan. Jangan seperti menghindar,” katanya. #gky

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here