Wagub Sidak Gudang Beras Pegayut

174
Wagub Sumsel Ishak Mekki saat melakukan sidak ke sejumlah pabrik dan gudang beras di kawasan Desa Pegayut, Kecamatan Pemulutan Induk, Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (5/9/2017).
Indralaya, SumselSatu.com
Inspeksi Mendadak (Sidak) Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel H Ishak Mekki ke sejumlah pabrik dan gudang beras di kawasan Desa Pegayut, Kecamatan Pemulutan Induk, Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (5/9/2017) mestinya disambut kaget dan ketar-ketir para produsen beras maupun karyawan setempat.
Namun kenyataannya lain. Sidak yang berlangsung di siang itu, justru menjadi ajang silaturahmi dan dialog yang familiar antara Wagub yang humble ini, dan para pengusaha maupun para karyawan dan buruh di pabrik dan gudang tersebut.
Ketika melihat kendaraan dengan plat BG 2 yang hadir di salah satu gudang dan pabrik beras yang ternyata milik pengusaha Hasan itu, para karyawan, warga setempat langsung ramai berkumpul mengelilingi kendaraan dan siap menanti siapa sosok yang ada di dalam mobil tersebut.
Karuan, Wagub Ishak yang turun dari kendaraan spontan diteriaki histeris warga yang memang selama ini telah mengenalnya baik sebagai Bupati OKI – karena Pegayut dulu masuk di wilayah Kabupaten OKI – maupun sebagai Wagub saat ini.
Cengkerama akrab pun terjadi secara spontanitas pula. Mantan Bupati OKI dua periode ini banyak menanyakan perihal kondisi para pekerja di sejumlah pabrik beras tersebut. Begitu juga kepada para produsen, baik soal stok beras, harga maupun kesiapan produsen dalam mempekerjakan para pekerja mereka.
“Ini penting saya tanyakan kepada mereka secara mendadak, karena saya ingin tahu simbiose mutualisma (hubungan timbal balik) antara para karyawan, produsen maupun kepada masyarakat sebagai konsumen,” kata Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel ini kepada media yang menemuinya seusai kunjungan itu.
Ternyata, kata Ishak, masyarakat merasa terbantu atas keberadaan gudang dan pabrik beras yang telah puluhan tahun berdiri di kawasan ini. Begitu juga para produsen, pengusaha, juga merasa terbantu dengan keberadaan pekerja yang telah bekerja hingga puluhan tahun sejak awal berdirinya pabrik dan gudang beras tersebut.
“Bayangkan pak, mereka ada yang telah bekerja puluhan tahun, sejak pabrik kami berdiri tahun 1975 semasa orang tua kami dulu,” kata Hasan salah seorang produsen beras kepada Wagub yang menyambanginya.
Berbicara soal stok beras di daerah ini, menurut Ishak yang setelah Sidak itu memperoleh data, hingga akhir tahun 2017 mendatang dirasakan sangat mencukupi. Memang ada berbagai kendala yang dirasakan produsen saat ini, semisal kekurangan pasokan yang berasal dari petani sawah di sekitar, Pemulutan dan sekitarnya. Untuk mengantisipasi kekurangan stok padi, produsen terpaksa harus mendatangkan dari luar daerah yakni dari OKU, Lampung bahkan dari Jawan.
“Nah dalam kondisi ini mau tak mau produsen harus mengeluarkan cost ekstra, namun di sisi lain kita dalam hal ini pemerintah sudah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras yang disuplai ke konsumen,” kata Ishak.
Ishak menambahkan, kendala serupa ini harus dicarikan solusinya agar produsen beras tetap lancar menerima pasokan, sementara konsumen tidak merasa terbebani dengan harga yang dijual produsen itu.
“Kita tetap memperhatikan apa pun yang menjadi kendala, keluhan baik di tingkat produsen maupun kemampuan daya beli masyarakat. Itulah kata kuncinya mengapa saya melakukan kunjungan ke sini yang dianggap seperti Sidak ini,” Ishak Mekki yang juga Calon Gubernur Sumsel ini menyudahi penjelasannya. #ari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here