Warga Palembang Bisa Dapat Subsidi Sambungan PDAM

18
Andi Wijaya Adani, Dirut PDAM Tirta Musi (FOTO: SS1/ANDRE)

Palembang, SumselSatu.com

Warga Kota Palembang yang belum memiliki sambungan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi Palembang, dapat mendapatkan ledeng (pipa sambungan air) dengan biaya lebih murah karena disubsidi oleh pemerintah.

Warga yang berhak mendapatkan subsidi itu adalah yang masuk dalam kategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Musi Andi Wijaya Adani menyampaikan, ada kuota sekitar 2700 sambungan baru yang disubsidi pemerintah.

“Bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang ingin mendapatkan pelayanan air bersih PDAM, silahkan daftar di unit pelayanan terdekat untuk memasang sambungan baru,” ujar Andi Wijaya ketika diwawancarai SumselSatu, belum lama ini.

“Biaya administrasi pendaftaran sebesar Rp300 ribu. Nanti  akan disurvei (kondisi pendaftar-red) oleh petugas  PDAM Tirta Musi Palembang,” tambah Andi.

Sebelumnya Andi menyampaikan, sebagai upaya memenuhi kebutuhan warga Palembang akan air bersih, Pemerintah Kota (Pemko) Palembang melalui PDAM Tirta Musi Palembang pada 2020 akan melaksanakan pemasangan sambungan baru dan pembangunan booster (pendorong/penggerak).

Andi mengatakan, pada tahun ini akan ada pemasangan sambungan baru untuk 12 ribu rumah. Dari angka itu, sekitar 2700 untuk MBR.

Berdasarkan data pihaknya, Andi mengatakan, pada 2019, jumlah pelanggan PDAM Tirta Musi Palembang sebanyak  290,990 ribu.

Selain penambahan sambungan baru, kata Andi, sambil  menunggu terbitnya Peraturan daerah (Perda) Kota Palembang tentang penyertaan modal dari Pemko Palembang, PDAM Tirta Musi Palembang akan berusaha untuk melanjutkan pembangunan Booster Tegal Binangun. Pada tahap kedua ini dilakukan pemasangan pipa serta pembelian dan pemasangan pompa di sekitar areal Booster Tegal Binangun. Pembangunan tahap pertama sudah dilaksanakan pada tahun lalu.

Andi menambahkan, selain di Tegal Binangun, pembangunan booster juga akan dibangun di Karang Anyar II.

Disinggung soal upaya agar tidak terjadi pencurian air dengan cara memotong pipa, Andi mengatakan, pihaknya menggunakan pipa HDPE (high density polyethylene). Pihaknya juga membentuk   Tim OPAM yang memonitor sambungan pipa.

“Pencurian air ini memang ada, namun sifatnya cuma berskala kecil, dikarenakan sekarang masyarakat sudah banyak yang sadar akan pentingnya kebutuhan air bersih,” kata Andi.

Soal keuntungan PDAM Tirta Musi Palembang  pada 2019, Andi mengungkapkan, ada keuntungan sebesar Rp56 miliar. Angka itu berkontribusi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Palembang.

Ia menghimbau seluruh pelanggan untuk menghemat pemakaian air bersih, karena pasokan air saat ini di bawah kebutuhan pelanggan. Andi juga menghimbau agar tagihan PDAM Tirta Musi dapat dibayarkan setiap bulan.

Andi juga menyampaikan, apabila ada keluhan, pelanggan PDAM Tirta Musi Palembang dapat menghubungi Call Centre 0711-355222. Pelayanan hingga Pukul 22:00. #dre

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here