Warga Sukomoro Keluhkan Limbah PT Mayora

250
TERCEMAR LIMBAH----Sumur warga Sukomoro, Talang Kelapa, Banyuasin, tercemar limbah. (FOTO: SS1/TOPIK ISTORA)

Banyuasin, SumselSatu.com

Sejumlah warga Kelurahan Sukomoro, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel) resah. Mereka mengeluhkan air di daerah mereka tercemar limbah yang diduga dari pabrik yang dikelolah PT M.

Sumur yang menjadi sumber air mereka sejak enam bulan terakhir tercemar limbah perusahaan. Air yang dulunya bening dan jernih, kini berwarna hitam dan bau. Kulit warga juga gatal-gatal setelah menggunakan air itu. Tidak saja sumur, kolam ikan milik warga juga tercemar. Ribuan bibit ikan mati.

“Air sumur dan kolam ikan milik warga di sini tercemar semenjak dioperasikan usaha perusahaan dari PT Mayora yang membuang limbah cair di aliran anak Sungai Gasing yang membelah tempat permukiman masyarakat di sini,” ujar Wito (50), salah seorang warga ketika ditemui wartawan, Jumat (14/9/2018).

“Air aliran anak sungai ini menjadi tercemar, airnya berwarna hitam pekat, menyebarkan bau busuk,” tambahnya.

Air sumur milik warga yang berada disepanjang aliran anak Sungai Gasing saat ini tidak dapat dimanfaatkan lagi.

“Kalau dulu sebelum PT Mayora itu beroperasi aliran anak Sungai Gasing ini airnya jernih, bahkan warga yang domisilinya disepanjang aliran anak sungai mandi dan mencuci menggunakan air itu,” kata Feri (30), sambil menunjuk ke arah anak sungai.

Menurut Feri, sekitar empat hingga enam bulan terakhir, air di aliran anak Sungai Gasing berubah warna menjadi hitam pekat, dan berbau menyengat.

“Jika dipakai mandi, di kulit mulai terasa gatal dan air limbah itu meresap masuk ke sumur-sumur masyarakat,” kata Feri.

Dia menyesalkan pernyataan pemerintah setempat yang mengatakan limbah dari PT M tidak berbahaya dan dalam ambang mutu yang baik.

“Warga yang terkena dampak limbah tersebut sudah melaporkan ke camat, lurah, namun mereka bilang tidak bermasalah, jelas kami kecewa dengan pernyataan seperti itu,” kata Feri dengan nada kesal.

Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin turun langsung ke lokasi kemarin dipimpin Abad Kurip. Namun, hasil pantauan mereka belum diketahui. Usai melakukan pemantauan, nomor telepon seluler (Ponsel) Abad tidak dapat dihubungi.

Hingga berita ini diturunkan, belum didapat konfirmasi dari PT M yang diduga menjadi penyebab tercemarnya air di Sukomoro. #tio

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here