
Musi Rawas, SumselSatu.com
Pengoperasian Pasar Induk di Komplek Agropolitan Center Muara Beliti di ibukota Kabupaten Musi Rawas (Mura) yang menelan dana pembangunan miliaran rupiah tersebu, kembali terkendala. Karena terbentur berbagai fasilitas pendukung pasar yang belum direalisasikan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Nito Maphilindo menegaskan untuk pengoperasian Pasar Induk Muara Beliti belum bisa dilakukan. Karena fasilitas infrastruktur seperti jalan, listrik dan gudang belum siap. Meskipun sudah diusulkan pada Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang (DPUCK-TR).
“Padahal peminat untuk menyewa di pasar tersebut sudah ada. Infrastruktur pendukung pasar juga sudah diusulkan tinggal menunggu. Apakah tahun depan bisa direalisasikan atau tidak,” tegas Nito Maphilindo, Kamis (15/11/2017) di ruang kerjanya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur jika dari Diperindag tahun 2018 mendatang tidak bisa dilakukan karena anggaran sangat minim. Apalagi tahun tersebut juga ada pembangunan Pasar Buah B Srikaton Kecamatan Tugumulyo menelan dana Rp450 juta dari anggaran Rp3 miliar yang dimiliki. Sedangkan dari dana ini sudah ada kegiatan tersendiri di Disperindag.
“Tahun 2018 kita juga akan berkoordinasi dengan Asisten II dan Staf Ahli bertanggung jawab untuk bangunan tersebut. Karena kalau dari pedagang. Bisa berdagang saja sudah sangat antusias. Sebab, aktivitas tersebut untuk kesejahteraan mereka. Untuk menghidupkan antusias pasar induk tidak bisa dilakukan Disperindag saja. Semua pihak turut berperan. Meskipun hal itu sudah pernah kita sudah sosialisasikan kepada pedagang Pasar B Srikaton,” ujar Nito.
Selain itu, Disperindag juga berkoordinasi dengan Dishub agar bisa dibangun terminal singgah, acara-acara dari Disbudpar dipusatkan tidak jauh dari pasar tersebut. Sehingga bisa ramai lokasi itu termasuk Dispora menggelar event.
Nito menjelaskan pihaknya mengharapkan ada perumahan dikawasan pasar tersebut. Sehingga bisa berkembang kawasan pasar tersebut. Karena begitu bila ada pemukiman tentunya lokasi sekitar akan ramai.
“Intinya tahun 2018 kita gelar sosialiasi dan promosi kepada masyarakat untuk penempatan pasar tersebut. Sembari menunggu sarana prasarana pendukung lainnya. Kalau untuk gudang tinggal menungggu biaya sewa yang ditentukan saja. Karena di lokasi tersebut sangat strategis,” katanya.
Dia menambahkan yang terpenting sekarang bagaimana satu sama lain membantu untuk meramaikan kawasan pasar tersebut. Tentunya dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.
“Untuk retribusi awal kita gratisan dengan waktu tertentu. Karena, kita juga mengajak pedagang pindah kesana tidak ada jaminan kalau dagangan mereka laku apabila antusias konsumen tidak ada,” pungkasnya. #gky