Askolani-Slamet Targetkan 1 Desa 1 Dokter

163
Salah satu paslon Bupati Banyuasin Askolani Jasi.

Banyuasin, SumselSatu.com

Pasangan Bupati-Wakil Bupati (Wabup) Banyuasin Askolani-Slamet Sumasentono menargetkan setiap satu desa di kabupaten yang mereka pimpin ada satu orang dokter. Hal ini bagian dari program kesehatan yang akan dijalankan Askolani-Slamet.

“Keenam, pelayanan bersih, ada satu desa satu dokter,” ujar Askolani ketika menyampaikan visi dan misi Banyuasin ‘Bangkit’ di hadapan pimpinan media dan wartawan, di Rumah Dinas Bupati Banyuasin, Senin (24/9/2018).

Askolani-Slamet juga akan menyempurnakan program berobat gratis.

“Memaksimalkan pelayanan RSUD. Ada rumah sakit pratama ada di Kecamatan Makatri Jaya, dan Sukajadi, Talang Kelapa,” kata Askolani.

Sebelumnya, mereka akan fokus terhadap pembangunan infrastruktur. Diantaranya, pembanguan jalan di Kecamatan Air Saleh, Muara Padang, dan Tungkal Ilir. Dalam 100 hari kerja, mereka menargetkan membangun paling sedikit 1000 kilometer (Km) jalan.

Kemudian, pembangunan jembatan Rantau Bayur yang menghubungkan, PALI, Muara Enim, dan Banyuasin.

“Kami akan kembangkan transportasi air. Ini cita-cita kami. Akan kami kembangkan di Banyuasin. Salah satu transportasi air yang aman, nyaman, dan terhindar musibah,” katanya.

Ada pula Program Banyuasin Prima. Yakni, kerjasama Pemkab Banyuasin dengan bank-bank untuk membantu permodalan UMKM. Ditargetkan Rp250 miliar per tahun.

Kemudian, Program Banyuasin Cerdas, yaitu penyempurnaan sekolah gratis yang berkompentensi dan unggul, dengan Kartu Banyuasin Cerdas dan peningkatkan guru honor.

“Kami melihat guru honor hanya menggunakan dana BOS nanti kami akan berikan keseriusan untuk kesejahteran mereka,” tambahnya.

Mereka juga memiliki Program Petani Bangkit. Kemudian, irigasi terpadu pertanian, progam satu kepala keluarga (KK) satu sapi. Askolani-Slamet ingin menjalankan sistem pemerintahan terbuka, melakukan pelayanan publik berbasis online.

“Dari kota sampai desa, sehingga terintegrasi sampai ke kabupaten,” katanya.

Program 100 hari kerja juga ada pembuatan KTP dan KK. Ada juga Program Banyuasin Religius. Peningkatan program menghapal dan mengaji Alquran.

“Setiap kecamatan ada rumah tahfidz untuk mengaji dan menghafal,” katanya.

Mereka juga akan memberi insentif bagi guru mengaji, P3N dan marbot.

Sebelumnya, Askolani mengatakan, harus ada komunikasi dan kordinasi yang baik antara pimpinan daerah dengan pimpinan media.

“Kami bertekat Banyuasin Bangkit, kritiklah kami. Mungkin ada sebuah kritik merupakan alat kemajuan yang konstruktif bukan destruktif,” kata Slamet. #tio

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here