Bergaji Rp500 Ribu, Ratusan Pekerja Magang PDAM Tirta Betuah Datangi Kantor Bupati

68
AKSI – Asisten II Setda Banyuasin Ir Khosaruddin saat menerima pekerja magang PDAM Tirta Betuah yang melancarkan aksi di kantor Bupati Banyuasin, Selasa (25/9/2018). (FOTO: SS1/ISTORA)

Pangkalanbalai, SumselSatu.com

Ratusan pekerja magang PDAM Tirta Betuah Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel) ramai-ramai  mendatangi kantor Bupati Banyuasin, Selasa (25/9/2018). Mereka mempertanyakan kejelasan nasib sebagai pekerja magang yang telah mengabdi lebih dari lima tahun.

Di depan kantor bupati, mereka berorasi secara bergantian. Koordinator aksi, Iman dan Dedi, membeberkan, tidak ada aturan yang jelas mengenai surat keputusan (SK) magang yang menjadi pegangan mereka.

“Perpanjangan SK itu tiga kali, kenyataannya kami menjadi pegawai magang sampai lebih dari lima tahun, selama kami bekerja diberikan gaji magang Rp 500 ribu/bulan ditambah uang makan Rp12.500,” kata Iman.

Dengan aksi unjuk rasa, para pekerja magang ini meminta hak yang sama seperti pegawai yang sudah menjadi karyawan. Apalagi PDAM Tirta Betuah Banyuasin sudah tiga kali melakukan pengangkatan karyawan, selama rentang tahun 2012 – 2015.

Iman dan Dedi juga membeberkan, hampir keseluruhan operasional PDAM Tirta Betuah dilakukan oleh karyawan magang, mulai dari operasional teknik lapangan hingga administrasi.

Tujuh perwakilan pengunjuk rasa yakni Iman, Dedi, Okta, Rozi, Ikhsan, Widayana, dan Suryadinata akhirnya diterima Asisten II Setda Banyuasin Ir Khosaruddin didampingi Kabag Adpem Zainal Makmum, di ruang rapat Sekda Banyuasin.

Kepada para perwakilan pekerja magang ini Khosarudin meminta bersabar dikarenakan Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin belum mengetahui tentang apa yang terjadi dengan PDAM Tirta Betuah Banyuasin mengingat keduanya menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin baru seminggu.

Karena para perwakilan ini berkeinginan bertemu langsung dengan Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin, akhirnya pertemuan akan dijadwalkan dalam sepekan ke depan.

Selain itu, mengingat air bersih dari PDAM Tirta Betuah sangat dibutuhkan masyarakat banyak, maka para pengunjuk rasa diharapkan dapat bekerja seperti biasa.

“Apabila tidak ada keputusan dari Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin, maka kami akan kembali melaksanakan aksi unjuk rasa, tentu dengan massa lebih banyak lagi,” tukas Iman. #tio

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here