Palembang, SumselSatu.com – Ratusan mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) bersama mahasiswa perguruan tinggi di Sumsel, Jumat (4/8/2017), melakukan aksi unjukrasa di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), di Jalan POM IX, Palembang.
Gubernur Sumsel Alex Noerdin dan Ketua DPRD Sumsel M Giri Ramanda N Kiemas, beserta puluhan Anggota DPRD Sumsel yang hendak rapat paripurna menemui massa aksi.
Meski Alex Noerdin dan Giri Ramanda N Kiemas telah berada di hadapan mereka, mahasiswa tidak memberikan kesempatan kepada keduanya untuk berbicara.
Alex dan Giri serta Anggota DPRD Sumsel lain akhirnya meninggalkan massa aksi karena ingin mengikuti rapat paripurna. Sejumlah perwakilan mahasiswa juga ikut ke dalam rapat paripurna dan meminta persoalan mereka dibicarakan dalam rapat.
Ketika diwawancarai wartawan, Alex mengatakan, sebagai kepala daerah, dirinya memiliki tugas menyelesaikan berbagai persoalan di Provinsi Sumsel. Dia meminta agar persoalan yang terjadi Kampus Unsri bisa diselesaikan dengan baik.
“Tugas gubernur, apapun yang terjadi, kalau bisa kita selesaikan kita selesaikan. Sumatera Selatan itu terkenal dengan kondusifitas daerah. Apapun yang bisa diselesaikan baik-baik, kita selesaikan baik-baik. Kalau tidak, harus pengadilan ya ke pengadilan,” ujar Alex.
Sehari sebelumnya, sejumlah mahasiswa Unsri yang berunjukrasa di kampus mereka menuntut agar biaya uang kuliah tunggal (UKT) diturunkan. Unjukrasa itu berujung ricuh dan sejumlah mahasiswa dianiaya oknum Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Video kekerasan terhadap mahasiswa tersebut telah menjadi viral di media sosial.
Saat unjukrasa siang tadi, mahasiswa meminta DPRD Sumsel memperjuangkan aspirasi mereka dan mengecam tindak pidana penganiayaan yang diduga dilakukan oknum polisi.
Terkait aksi mahasiswa tersebut, Alex Noerdin mengaku belum dapat memberikan jawaban yang dapat memuaskan mahasiswa.
“Saya tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan sekarang, misalnya cabut ini, cabut itu, tidak bisa, tidak boleh, jangan mendengarkan sepihak dulu. Saya belum dengar dari pihak rektorat (Unsri-red), dari pihak mahasiswa sudah dengar,” kata Gubernur Sumsel pertama yang dipilih rakyat secara langsung tersebut.
Terkait tindakan kekerasan yang dilakukan oknum polisi, Alex mengatakan, harus melihat secara utuh persoalan yang ada.
“Lihat dulu, kalau kita nonton film sepotong, tidak menonton keseluruhan, persepsi bisa salah. Walaupun ada rekaman video itu. Ada sebab ada akibat. Kenapa dia melakukan ini ada sebabnya, lihat sebabnya itu juga, bukan di ujungnya,” kata Alex.
Alex mengaku belum melihat video yang telah menjadi viral di medsos tersebut.
“Kalau pun saya lihat, tidak boleh memaklumi seketika. Nonton film panjang dengan nonton film sepotong di adegan kekerasan itu tidak boleh menarik kesimpulan,” kata Alex lagi. (arf)