Herman Deru Minta Bantu Bupati dan Walikota untuk Turunkan Kemiskinan di Sumsel

44
Gubernur Sumsel H Herman Deru. (FOTO: SS1/YANTI)

Palembang, SumselSatu.com

Angka kemiskinan di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berada di angka 12,8 persen atau di atas angka kemiskinan rata-rata nasional. Gubernur Sumsel H Herman Deru pun meminta bantuan kepada seluruh bupati dan walikota untuk berkontribusi dalam upaya menurunkan angka ini.

Permintaan ini disampaikan Gubernur Sumsel Herman Deru kepada para pejabat sekretaris daerah (sekda) dari seluruh kabupaten/kota di Sumsel pada acara pengukuhan Ketua Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (Forsesdesi) Provinsi Sumsel periode 2019-2021, Kamis (3/1/2019), di Hotel Aryaduta.

Gubernur Herman Deru meminta para sekda ini untuk mengingatkan para kepala daerah agar berkontribusi menurunkan angka kemiskinan di Provinsi Sumsel.

“Bantulah aku untuk menurunkan kemiskinan. Semua OPD punya peran, untuk kesejahteraan bersama. Harapan saya, penganggaran 2019 untuk muara yang sama yakni untuk kesejahtaraan.  Apapun yang dibangun untuk mencari efek kesejahteraan masyarakat. Malu kita kalau kemiskinan kita 13 persen, sedangkan nasional 9 persen. Target kita angka kemiskinan turun satu digit,” tandas Gubernur Herman Deru.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, sebagai gubernur dirinya bangga melihat sekda se-Sumsel bergabung dalam sebuah wadah yang sangat membanggakan yakni Forsesdesi.

“Sekda ini jabatan luar biasa, karena karir tertinggi di daerah untuk ASN. Jagalah status, karena status ini membanggakan. Melekat di keluarga, kampung halaman kita, dan daerah kita,” ujarnya.

Herman Deru mengungkapkan, dalam 93 hari menjadi Gubernur Sumsel, dia melihat sebagian besar sekda di Sumsel seirama dengan arah pembangunan di Provinsi Sumsel.

“Saya menganggap sangat perlu bertemu forum ini. Pengalaman saya menjadi kepala daerah,  berpikirnya kepala daerah mengambil kebijakan, 60 persen tentang anggaran itu sekda lebih menguasai. Kontribusi sekda kepada kepala daerah itu mutlak,” bebernya.

Herman Deru menjelaskan, sekda bukan jabatan politik. “Banyak jugo yang pengen dengan jabatan sekda. Setelah dikukuhkan, saya mengajak kita satu persepsi membangun Sumsel. Garda terdepan pemda itu adalah sekda. Pemikiran kepala daerah itu kompleks. Yang tau peraturan pemerintah dan  permen itu sekda. Kontribusi sekda ke kepala daerah,  tolong arahkan pada kebijakan provinsi,    menuju Sumsel maju untuk semua,” katanya.

Herman Deru mengungkapkan, dirinya bersyukur fokus APBD kabupaten/kota di Sumsel adalah infrastruktur.

“Semua golnya untuk kesejahteraan rakyat. Salah satu persyaratannya infrastruktur. Jalan kita sama-sama perbaiki. Tanggung jawab provinsi diperbaiki. Kabupaten dan kota anggarkan juga untuk perbaikan jalannya,” kata Gubernur.

Sementara Ketua Forsesdesi Provinsi Sumsel periode 2019-2021 Ahmad Tarmizi mengatakan, sekda memiliki peran penting dalam reformasi demokrasi.

“Kita  optimal melakukan perubahan untuk melakukan pelayanan prima. Sekda yang hadir memberikan masukan,” bebernya.

Sekda Pemkab OKU ini juga menyatakan pihaknya berusaha semaksimal mungkin membantu menekan angka kemiskinan.  “Minimal angka kemiskinan di Sumsel turun. Selain infastruktur, kesehatan, pendidikan, lapangan kerja harus diperhatikan. Sinergisitas harus ditingkatkan, tidak bisa sendiri-sendiri,” pungkasnya. #nti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here