HUT Ke-72, Sumsel Semakin Maju dan Terdepan

78
Jajaran anggota DPRD Sumsel berfoto bersama usai rapat paripurna. (FOTO: SS1/IST)

Palembang, SumselSatu.com

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar rapat Paripurna Istimewa XIX dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Provinsi Sumsel, di ruang rapat paripurna, Rabu (23/5). Pada peringatan ke-72 tahun ini, Provinsi Sumsel dinilai semakin maju dan terdepan.

Rapat paripurna HUT ke-72 Provinsi Sumsel dihadiri Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia (RI) Tjahjo Kumolo, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, Pimpinan DPRD Sumsel, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI AM Putranto, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Kepala Kejati Ali Mukartono, Ketua Pengadilan Tinggi Palembang Ohan Burhanuddin Purwawangca, Pengadilan Tinggi Agama, anggota DPR RI Fauzi Amro dan Wasista Bambang Utoyo, anggota DPD RI Asmawati dan Siska Marleni, perwakilan gubernur se-Sumatera, bupati dan wakil bupati, anggota DPRD Provinsi Sumsel, Pimpinan DPRD Kabupaten/Kota, Sekda Provinsi Sumsel Nasrun Umar, Sekretaris DPRD Sumsel Ramadhan S Basyeban, para kepala dinas dan kepala badan, serta tamu undangan lainnya.

Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo saat menyampaikan kata sambutan. (FOTO: SS1/ IST)

Rapat paripurna dibuka oleh Plt Ketua DPRD Sumsel Uzer Effendi. Dalam sambutannya Uzer Effendi mengatakan, tema HUT Provinsi Sumsel ke-72 adalah “Dengan Semangat Hari Jadi ke-72 Mari Kita Sukseskan Pilkada Serentak 2018 dan Asian Games Menuju Sumsel Sejahtera, Lebih Maju, dan Berdaya Saing Internasional.”

“Berdasarkan Perda Nomor 5 Tahun 2007 tentang Hari Jadi Provinsi Sumsel diperingati setiap 15 Mei. Peringatan  dalam rapat paripurna ini sebagai wujud syukur atas HUT Provinsi Sumsel, dengan motto Sumsel Bersatu Teguh. Melalui HUT ke-72 Provinsi kita mampu menjaga persatuan dan mewujudkan kesejahteraan. HUT Provinsi ini  sebagai bentuk rasa syukur,” ujarnya.

Uzer mengungkapkan, HUT ke-72 Provinsi Sumsel ini sebagai momentum apresiasi kepada pelaku sejarah dalam pembangunan Sumsel sekaligus sebagai introspeksi terhadap pembangunan di Sumsel. Sejarah telah membuktikan Sumsel termasuk provinsi yang kaya akan sumber daya alam gas, minyak bumi, dan tanaman perkebunan yang berdaya jual tinggi.

“Kini Bumi Sriwijaya berubah menjadi provinsi dengan usaha pertanian, pertambangan, perdagangan, dan pariwisata. Perubahan ini untuk membuat Sumsel menjadi lebih sejahetara. Dari sisi administrasi Provinsi Sumsel terbagi menjadi 17 kabupaten/kota. Mari kita jadikan HUT ke-72 Provinsi Sumsel ini sebagai wahana introspeksi dan refleksi untuk meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sumsel. Kita bersyukur apa yang diperjuangkan telah menampakkan hasil seperti yang dicita-citakan,” paparnya.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin saat menyampaikan sambutan. (FOTO: SS1/IST)

Uzer menuturkan, Provinsi Sumsel telah dikenal di tingkat nasional bahkan internasional karena telah menjadi tuan rumah SEA Games, Islamic Solidarity Games, MTQ tingkat dunia, Pekan Olahraga Mahasiswa Internasional, dan Agustus nanti menggelar Asian Games. Perhelatan bertaraf internasional, tentu  harus didukung sarana dan infrastruktur  yang baik, yang sekarang semua sudah tersedia. Selain itu, Provinsi Sumsel telah meresmikan tol Palindra, penghubung Transumatera sepanjang 2.700 km.

“Penghargaan setinggi-tingginya kepada Gubernur Sumsel, mantan gubernur dan bupati serta walikota yang turut membangun Sumsel. Pemimpin yang telah mengabdikan diri, akademisi, tokoh masyarakat, dan lainnya sehingga Sumsel lebih maju,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dalam pidatonya mengatakan bahwa peringatan HUT Provinsi Sumsel ini merupakan kesempatan terakhir dalam jabatannya sebagai gubernur.

“Ini adalah kesempatan terakhir saya karena jabatan saya akan berakhir tahun 2018, seiring dengan selesainya RPJMD 2013 -2018 yang mempunyai visi Sumsel Sejahtera, Lebih Maju, dan Berdaya Saing Internasional. Alhamdulillah visi dan misi saya sudah terwujud di 17 kabupaten/kota sebelum HUT ke-72,” kata Alex.

Berdiri khidmat menyanyikan lagu Indonesia Raya. (FOTO: SS1/IST)

Alex menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Sumsel pada 2017 mencapai  5,51 persen. Angka tersebut lebih baik dari nasional. Pembangunan di Sumsel juga merata, angka kemiskinan turun menjadi 13,01 persen.

Semua itu tercapai dikarenakan Provinsi Sumsel memiliki program berobat dan sekolah gratis , bahkan kuliah gratis. Selain itu,  ada pemberdayaan masyarakat, bantuan alat pertanian, bibit, dan lainnya.  Untuk angka pengangguran 4,39 persen lebih kecil dibanding persentase nasional 5,50 persen.

“Peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumsel dapat  terwujud berkat kerjasama semua pihak. Sumsel, insya Allah tidak terjadi konflik antar agama. Ini bentuk Sumsel cinta damai. Terima kasih kepada TNI dan Polri dan semua yang menjaga Sumsel,” kata Gubernur.

Alex mengungkapkan, pembangunan Sumsel bisa lebih maju karena mendapat dana APBN dan pihak ketiga lebih dari Rp 70 triliun dalam dua tahun terakhir. Yakni untuk pembangunan tol, rumah sakit, fly over, jembatan, dan light rail transit (LRT).

“Kenyataan ini menjawab untuk apa Asian Games.  Asian Games bukan tujuan, tapi alat untuk mencapai tujuan,” ucapnya.

Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo menyerahkan piagam kepada Plt Ketua DPRD Sumsel Uzer Effendi. (FOTO: SS1/IST)

Alex menambahkan, Provinsi Sumsel dalam bidang pertanian memproduksi 5 juta ton beras dengan surplus 2,3 juta ton beras. Sumsel sebagai lumbung energi pun dapat terwujud.

Selain itu, Provinsi Sumsel telah dikenal secara nasional bahkan internasional berkat berbagai even yang digelar di Provinsi Sumsel. “Sudah banyak capaian yang diraih.  Selama kurun waktu empat tahun ini kita telah menerima 134 penghargaan. Kita tidak meminta penghargaan, penghargaan diberikan presiden, Lembaga Tinggi Negara. Itu bukti nyata dari hasil yang kita kerjakan,” bebernya.

Namun demikian, Alex juga mengakui, 2018 adalah tahun paling berat. Karena tahun ini digelar pilkada di sembilan kabupaten/kota dan provinsi.  Selain itu, Sumsel juga menjadi tuan rumah Asian Games. Itu berat, tapi berkat ada pengalaman dan arah pembangunan sudah di track yang benar, semua itu diyakini akan bisa dilalui dengan baik.

“Asian Games taruhan kita semua. Kita dipilih tuan rumah, kondusivitas yang terjaga serta zero konflik itu sebagai modal kita menjadi tuan rumah Asian Games. Pengalaman kita saat SEA Games, kita punya infrastruktur Jakabaring Sport City. Yang kita bangun di JSC adalah fasilitas olahraga terbaik Asia dan dunia. Instruksi presiden kita terus sosialisasi Asian Games. Kita bisa seperti ini karena kita bersama, kita punya Pangdam,  Kapolda, dan FKPD. Ini yang dapat saya persembahkan untuk Pemprov dan rakyat Sumsel,” ujar Alex.

Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo menyerahkan piagam kepada Gubernur Sumsel H Alex Noerdin. (FOTO: SS1/IST)

Pada kesempatan ini, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, saat memberi sambutan, mengatakan, Sumsel mampu mempercepat pemerataan pembangunan dalam rangka mensejahterakan rakyat.

“Terima kasih atas undangan dari DPRD Sumsel. Ini kehadiran saya ke-29 di HUT provinsi di Indonesia. Ini harus diperingati setiap tahun,” kata Tjahyo.

Mendagri juga mengapresiasi kehadiran FKPD yang lengkap di acara ini.  Menurut Mendagri, Pemda memang bukan hanya gubernur tapi sampai kelurahan. Selain itu, ada FKPD mulai dari Pangdam dan jajarannya, Kapolda dan jajarannya, dan lainnya. Dalam penganggaran, gubernur pun diawasi DPRD Provinsi.

“Ini belum cukup dalam setiap pengambilan kebijakan politik pembangunan, harus melibatkan tokoh agama, tokoh adat, FKPD, dan perguruan tinggi,” katanya.

Apalagi, lanjut Tjahjo, Sumsel begitu luas . Ada kaitan sejarahnya dengan kerajaan Sriwijaya yang tidak hanya dikenal di Nusantara tapi hingga negara tetangga.

Menurut Tjahjo, setiap orang harus punya impian dan imajinasi. Seperi kata Bung Karno, setiap orang harus punya impian. Begitu juga dengan Presiden Jokowi dengan Nawacitanya.

“HUT Provinsi Sumsel ke-72  menjadi momentum pengambil kebijakan untuk melakukan introspeksi dan evaluasi selama 72 tahun. Fungsi-fungsi dewan, dari perencanaan anggaran dan perda serta pengawasan. Pelayanan publik semakin menonjol, termasuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi di Sumsel di atas nasional,” paparnya.

Mendagri Tjahyo Kumolo, Gubernur Alex Noerdin, dan Plt Ketua DPRD Sumsel Uzer Effendi berfoto bersama. (FOTO: SS1/IST)

Tjahjo menambahkan, HUT ke-72 tahun Provinsi Sumsel terlihat kemajuannya. Itu bisa dilihat banyaknya penghargaan yang diraih. Menurutnya, penghargaan itu bukan untuk Gubernur Sumsel, melainkan untuk masyarakat Sumsel.

“Pak Alex saya bangga,  Pak Alex punya impian dan imajinasi. Untuk pembangunan Sumsel didukung DPRD Provinsi. Siapa pun yang meneruskan Pak Alex, harus meningkatkan kesejahteraan rakyat dan pembangunan. Atas nama Pemerintah Pusat, Dirgahayu Provinsi Sumsel. Semoga terus bekerja untuk masyarakat Sumsel semakin maju,” pungkasnya.

Acara diteruskan dengan pemberian piagam dari Mendagri kepada Gubernur Sumsel dan Ketua DPRD Provinsi Sumsel. # nti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here