Palembang, SumselSatu.com
Irene Susanti (45) bersama bersama juru bicaranya, Abdul Rafiq, mendatangi Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) Kota Palembang. Mereka ingin mengetahui sejauh mana perkembangan pengaduan ke Komnas Perempuan di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, Irene yang mantan model itu didampingi kuasa hukumnya mengadukan MY, salah satu Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumsel 2018-2023, ke Komnas Perempuan.
“Kami sengaja ke Palembang memang ingin mencari informasi sudah sejauh mana laporan yang telah kami buat pada bulan lalu,” ujar Rafiq kepada wartawan kemarin malam.
Ditegaskan Rafiq, pada dasarnya pengaduan dibuat karena menginginkan pertanggungjawaban MY terhadap Irene.
“Ia (Irene-red) ingin menuntut haknya sebagai perempuan,” tandas Rafiq.
Irene menginginkan ada itikad baik MY menyusul jalinan asmara yang sudah dijalani sejak puluhan tahun. Dikatan Rafiq, Irene merasa dirugikan, baik waktu dan berbagai hal lainnya karena janji MY kepada dirinya.
“Kalau dibilang fitnah (pengakuan Irene-red), kami ada buktinya. Ini tak ada sangkut pautnya dengan politik. Kami ingin perjuangkan hak perempuan yang tersakiti. Semoga ada itikad baik dari MY,” kata Rafiq.
Rafiq menyampaikan bahwa pengaduan mereka itu tidak terkait politik karena saat ini MY tengah menjadi Cawagub Sumsel dan menjadi peserta Pemilukada Sumsel 2018.
Ditegaskan Rafiq, perjuangan hak yang dilakukan Irene merupakan bentuk fakta yang memang disertai dengan bukti.
“Sampai saat ini, berdasarkan keterangan yang kami terima, laporan yang telah dibuat sebelumnya masih dalam tahap pengkajian di Komnas Perempuan, untuk selanjutnya dikeluarkan semacam surat rekomendasi untuk tahap langkah berikutnya,” tambah Rafiq.
Irene mengaku, terakhir kali menjalin komunikasi dengan MY pada Desember tahun lalu. Menurut Irene, selama kurang lebih 20 tahun menjalin hubungan dengan MY, keduanya tidak sampai memiliki anak. Kata dia, MY berjanji menikahinya, atau memperjelas hubungan yang telah dijalani tersebut.
“Karena janji itu juga saya hingga saat ini tidak menjalin hubungan dengan pria lain,” kata Irene.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari MY. Namun, beberapa waktu lalu, di sejumlah media online, Alfrenzi Panggarbesi, tim Pasangan Calon Gubernur (Cagub)-Wagub Sumsel Nomor Urut 1 Herman Deru-Mawardi Yahya (HDMY), pernah mengatakan, bahwa pemberitaan di media massa soal pengaduan Irene tersebut hanya isu. Pihaknya tidak ingin isu tersebut terlalu dibesar-besarkan di media.
“Hanya kampanye hitam dan murahan yang bertujuan men-downgrade posisi HDMY yang pada seluruh survei tetap tertinggi dibanding calon lain,” katanya. #ard