Jaga Kearifan Lokal, Pemkot Palembang Beri Penghargaan Para Pelaku Seni

58
PENGHARGAAN – Pj Walikota Palembang Akhmad Najib saat menyerahkan penghargaan kepada para pelaku seni yang berprestasi dan pemerhati seni di Palembang, Selasa (28/8/2018). (FOTO: SS1/YANTI)

Palembang, SumselSatu.com

Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang memberikan penghargaan kepada para pelaku dan pemerhati seni di Kota Palembang. Tujuannya, agar para pelaku dan pemerhati seni menjaga kearifan lokal.

Hal tersebut diungkapkan Pj Walikota Palembang Akhmad Najib saat diwawancarai usai acara penyerahan penghargaan kepada pelaku dan pemerhati seni berprestasi di Kota Palembang, Selasa (28/8/2018), di Grand Atyasa.

Akhmad Najib mengatakan, pemberian penghargaan ini untuk memotivasi anak-anak muda dan komunitas seni budaya untuk mengembangkan diri. Dengan demikian, anak-anak muda tidak hanya berprestasi di bidang olahraga  dan politik saja, namun juga berprestasi di bidang seni.

“Pelaku dan pemerhati seni ini harus diperhatikan, dengan didukung anggaran termasuk tempat.  Tujuannya agar kearifan lokal tidak hilang, mulai dari seni suara, tari, dan lainnya. Jadi tidak hanya yang tua saja yang melestarikan seni tapi juga yang muda. Saya dukung penuh, Pemkot akan mendorong dari sisi anggarannya jangan terbatas,” beber Akhmad Najib.

Ketika disinggung soal promosi kebudayaan pada even Asian Games 2018, Najib menuturkan,  ada promosi culture event dengan memperkenalkan budaya Sumsel dan Palembang. Misalnya memperkenalkan tari Gending Sriwijaya. “Seniman-seniman ini silakan terus berkembang. Jangan berhenti berkarya,” katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan Palembang Sudirman Teguh menambahkan, penghargaan ini diberikan kepada seniman dan pemerhati seni, sebagai wujud apresiasi kepada para pelaku seni. “Seniman ini banyak berkarya. Oleh sebab itu, tahun ini kita beri penghargaan agar mereka bersemangat,” bebernya.

Menurut Sudirman, anggaran di Dinas Kebudayaan Palembang memang terbatas. Tapi tahun depan akan diberikan anggaran yang berimbang. “Budaya ini adalah peradaban, oleh sebab itu harus dilestarikan. Inilah cita-cita Dinas Kebudayaan. Diantaranya adalah dengan mempromosikan tari sambut Gending Sriwijaya, tari Tanggai, dan lainnya yang menggambarkan Kesultanan Palembang tahun 1335 tahun lalu.  Insya Allah, tahun depan kategorinya ditambah sesuai prestasi bidangnya,” ujar Sudirman.  #nti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here