Kecamatan Jakabaring Lengkapi Sarana dan Prasarana

Camat Jakabaring, Romli. (FOTO: SS1/TRI)

Palembang, SumselSatu.com

Kecamatan Jakabaring yang termasuk kecamatan termuda di Kota Palembang saat ini tengah berusaha untuk melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk menjalankan roda pemerintahan sekaligus memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Camat Jakabaring Romli, saat dijumpai di ruang kerjanya, Rabu (7/11/2018), menuturkan, pihaknya tengah memperkenalkan Jakabaring sebagai kota baru. Yang dimaksud dengan kota baru adalah berbudaya, amanah, religius, dan unggul.

“Karena ini kecamatan baru, baru tahun pertama, secara anggaran baru pertama, jadi kami berkomitmen untuk terus melengkapi sarana dan prasarana,” kata Romli.

Contoh sarana dan prasarana yang disiapkan seperti menganggarkan dana untuk mobil sampah guna mengatasi persoalan sampah di kecamatan ini. Sedangkan untuk ketertiban, pihak Kecamatan Jakabaring menganggarkan dana pengadaan mobil trantib untuk patroli. Diadakan juga pelayanan mobil jenazah.

“Insya Allah, mudah-mudah perlengkapan ini bisa melayani masyarakat, dan kita juga sudah melengkapi mulai dari sarana hingga sarana penunjang kinerja staf, seperti motor dinas, karena motor lurah- lurah kemarin sudah di atas lima tahun dan sudah tidak layak operasional,” ujarnya.

Bicara mengenai potensi yang bakal diangkat di kecamatan ini, Romli menjelaskan, pihaknya membidik fasilitas dan aset yang ada seperti Jakabaring Sport City (JSC) sebagai pusat olahraga dan pusat sentra kerajinan jumputan.

“Nah, ini yang akan menjadi ikon kegiatan di Jakabaring, seperti menjadi pusat wisata olahraga dan kerajinan,” jelasnya.

Selain itu, Romli menuturkan, Kecamatan Jakabaring menjadikan program safari subuh sebagai sarana untuk menyebarkan informasi. Contohnya, kegiatan vaksinasi MR, di awal kegiatan Kecamatan Jakabaring dapat peringkat terendah.

“Tetapi, kemarin 31 Oktober 2018, bisa naik ke peringkat tengah, mencapai 73 persen, inilah salah satu pemanfaatan kami menggunakan sarana safari subuh. Tidak hanya itu, kami juga menggandeng ulama MUI kecamatan yang sudah kita bentuk,” ulasnya.

Sedangkan masalah yang dihadapi dan harus segera diselesaikan adalah normalisasi sungai. Romli menjelaskan, sungai Aur yang ada di Silahberanti akan segera dinormalisasi. Di kawasan sungai ini, menurut Romli, masih banyak rumah-rumah yang penghuninya menggunakan jamban yang langsung ke sungai. Ini yang harus segera dibenahi.

“Dan kita juga ketahui bahwa di Jakabaring masalah keamanan, seperti begal, masih jadi ancaman. Nah, itu juga jadi fokus kita dan sudah kita bicara bersama TNI dan Polri. Mudah-mudah ke depan akan kita pantau terus dan pelayanan kita akan lebih maksimal lagi,” tutupnya. #tri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here