Kelelahan Faktor Utama Kekalahan SFC

SELEBRASI-Pemain Mitra Kukar, Saepuloh Maulana selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Sriwijaya FC pada pertandingan Liga 1 di Stadion Madya Aji Imbut Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur, Rabu(18/7/2018). (Foto :Tribun Kaltim)

Palembang, SumselSatu.com

Kekalahan telak harus diterima Sriwijaya FC (SFC) saat dijamu Mitra Kukar, Rabu (18/7) sore. Bermain di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Laskar Wong Kito takluk 0-3 melalui gol Fernando Rodriguez menit ke-36, Saepulloh menit ke-47 dan Septian David Maulana menit ke-81.

 

Menurut Asisten Pelatih Sriwijaya FC Francis Wawengkang, faktor utama kekalahan telak anak asuhnya adalah kelelahan. Pasalnya, penggawa SFC baru tiba di Tenggarong satu hari sebelum pertandingan akibat terkendala tiket penerbangan. Bahkan, beberapa pemain tiba pada sore dan malam hari. Hal ini memberikan pengaruh terhadap performa pemain.

“Sejak awal saya sudah mengkhawatirkan kondisi ini, dan terbukti di lapangan. Pemain kami kelelahan. Di babak pertama kami berusaha memainkan tempo, tapi di babak kedua fisik pemain terkuras. Dua gol Mitra juga disebabkan kesalahan kami sendiri,” jelas Enal, sapaan Francis Wawengkang pada sesi konferensi pers usai pertandingan.

Dalam kondisi fisik yang tidak prima, permainan SFC menjadi tidak stabil. Sementara motivasi pemain Mitra Kukar meningkat. Tekanan itu membuat SFC semakin sulit keluar dan harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 0-3. Kondisi ini tentunya membuat jajaran pelatih harus memutar otak lebih keras lagi, karena mereka akan kembali bertanding, Sabtu (21/7/2018), melawan Arema FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.

Duel ini digelar sesuai agenda setelah permohonan agar pertandingan diundur satu hari mendapat penolakan dari PT Liga Indonesia Baru (LIB). Situasi tersebut tentunya tidak menguntungkan, mengingat Sriwijaya FC mengalami krisis pemain akibat hengkangnya delapan pilar.

“Kami akan berusaha maksimal mempersiapkan diri melawan Arema. Kami berharap agar pertandingan nanti tidak jeblok seperti sekarang,” harap Enal.

Hasil ini, tak membuat SFC beranjak dari peringkat kelima dengan 23 poin. Sementara Mitra Kukar naik ke peringkat ke-13 dari sebelumnya menghuni zona degradasi peringkat ke-16. #ari

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here