KemenPUPR Akan Beli Karet Petani Untuk Campuran Aspal

171
GETAH KARET-----Seorang petani tengah menyadap pohon karet agar getah karet keluar dari batangnya. (FOTO: NET)

Jakarta, SumselSatu.com

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) siap melaksanakan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membeli karet dari petani untuk digunakan sebagai bahan campuran aspal. Instruksi tersebut disampaikan Presiden Jokowi pada saat bertemu dengan para petani karet di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) beberapa waktu lalu.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, selain memiliki keunggulan dibandingkan aspal kovensional, penggunaan aspal karet akan membantu penyerapan getah karet rakyat yang saat ini harganya rendah.

“Saat ini jumlah yang akan diserap dan harganya masih dihitung oleh Ditjen Bina Marga,” ujar Basuki dalam siaran pers KemenPUPR.

Penggunaan aspal karet untuk pengaspalan jalan sudah dilakukan Kementerian PUPR di beberapa lokasi, termasuk di Sumsel. Kelebihan campuran aspal karet alam yakni meningkatkan kualitas aspal dalam hal usia layanan dan ketahanan terhadap alur.

Tahun 2018-2019, KemenPUPR melaksanakan preservasi (pemeliharaan) Jalan Muara Beliti–Tebing Tinggi–Lahat sepanjang 125 kilometer (Km) dengan anggaran sebesar Rp30,55 miliar. Dari total panjang tersebut, terdapat 5,3 km yang menggunakan aspal karet dengan ketebalan empat centimeter (Cm).

Sebelumnya ujicoba penggunaan aspal karet telah dilakukan pada pelapisan ulang jalan di Lido, Sukabumi, Jawa Barat dengan kandungan karet alam sebesar tujuh persen. Dalam satu ton campuran beraspal panas dapat dimanfaatkan kurang lebih sebanyak 4,2 kg karet alam.

Proses penggunaan karet sebagai bahan campuran aspal, yakni karet dari petani di Sumsel dimulai dari pemrosesan di Pusat Penelitian Karet di Bogor yang mampu memproduksi karet lateks 1,6 ton/hari. Kemudian dilakukan pencampuran karet tervulkanisir di tempat curah aspal di Lampung. Selanjutnya didistribusikan ke aspal mixing plant di Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, dan dilakukan kegiatan pencampuran. Selanjutnya aspal karet siap dihamparkan.

Indonesia merupakan salah satu produsen karet alam terbesar di dunia. Setiap tahun produksi karet alam Indonesia mencapai 3,2 juta ton, dan 0,6 juta ton diantaranya dimanfaatkan industri dalam negeri, sementara 2,4 juta ton lainnya di ekspor ke mancanegara. Akibat menurunnya kondisi ekonomi dunia, permintaan ekspor karet alam dalam negeri menurun cukup signifikan, sehingga harga karet alam jatuh dan yang membuat para petani karet merugi.

Untuk menghadapi permasalahan tersebut, pemerintah mengeluarkan kebijakan nasional pemanfaatan karet alam oleh berbagai sektor, termasuk salah satunya pemanfaatan karet alam dalam pembangunan infrastruktur PUPR agar harga karet kembali membaik. #arf

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here