Palembang, SumselSatu.com
Di tengah kesibukan mengikuti kontestasi Pemilihan Umum Gubernur Sumatera Selatan (Pilgub Sumsel) 2024, Herman Deru masih terus menjalin silaturahmi dengan sahabat baiknya, Chairul S Matdiah.
Dalam satu kesempatan, Deru menerima kunjungan Chairul di kediaman Rumah Kayu, Taman Kenten. Keduanya melepas kangen, mengenang masa indah persahabatan yang sudah terjalin selama 40 tahun.
Pertemuan pun berlangsung hangat, penuh canda tawa. Dalam beberapa momen, Deru bercerita terkait sosok kak Eluk, sapaan akrab Chairul S Matdiah. Termasuk cerita saat Chairul ngapel (berpacaran) ke rumah seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) berbekal mobil carteran atau sewaan.
“Saya mengenal Kak Eluk ini sudah lama. Bahkan saya tahu pernah naksir gadis dan untuk menarik perhatian dia bawa mobil setiap ngapel, belakangan baru diketahui yang dibawa mobil carteran,” ujar Deru tertawa.
Deru mengatakan, mengenal Chairul saat ia masih duduk di kelas 2 Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Palembang, sementara Chairul di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang dan Fakultas Kedokteran Unsri Tahun 1984.
“Kak Eluk ini ngapel teman ayunda (kakak perempuan-red) saya dr Efrilah di Fakultas Kedokteran Unsri. Jadi dia ngapel ke rumahnya menggunakan mobil sewaan itu,” kata Deru kembali tertawa.
Chairul, kata dia, menyewa mobil itu di Sentra Hotel Sudirman agar memberikan kesan elegan dan glamor untuk membuat ‘gadis incaran’ terkesan.
“Setiap ngapel mobil sewaan itu selalu berganti, jadi Kak Eluk terkesan seperti orang kaya. Mobil dia sewa kisaran 2-3 jam-an, ganti terus tiap minggu, kadang Honda Civic. Waktu zaman itu, mobil itu termasuk mobil mewah,” kata Deru.
Karena keseringan gonta ganti mobil, akhirnya menimbulkan kecurigaan. Pernah satu kali keluarga perempuan curiga dan menanyakan kepada sopir yang biasa mengantar Chairul saat ngapel.
“Setiap ngapel, Kak Eluk selalu diantar sopir, jadi menambah kesan seperti orang kaya. Pernah keluarga perempuan menanyakan soal pemilik mobil karena curiga karena setiap ngapel selalu gonta ganti mobil,” kata Deru.
“Tapi Kak Eluk ini pintar, jadi sopir yang biasa mengantar sudah dibriefing (diarahkan-red). Jadi ketika ditanya siap pemilik mobil, dijawab sopir milik pak Chairul S Matdiah,” lanjutnya.
Selama berpacaran hampir 5 tahun, 1984-1989, ‘modus’ Chairul ini tidak terbongkar, karena pandai menjaga rahasia. Rahasia itu baru dibongkar saat gadis pujaan hatinya itu melabuhkan hatinya ke orang lain, dan menikah tahun 1989.
“Saya kaget dengan pengakuan Chairul. Jadi wajar dia jadi pengacara sukses dan kini berkarir di politik, karena orangnya pintar dan cerdas,” puji pria kelahiran 17 November 1967 itu.
Deru juga memuji Chairul S Matdiah sebagai sosok yang bisa bersahabat meski berbeda partai dan pandangan politik. Chairul orang yang harmonis, bersahabat dan penuh kekeluargaan.
“Kak Chairul orang yang bisa bersahabat, membedakan pribadi dan urusan politik, karena saya di Partai Nasional Demokrat (Nasdem), sementara dia di Partai Demokrat, tapi hubungan kami sangat baik sampai sekarang,” katanya.
Chairul yang datang menemui Herman Deru bersama Antoni Yuzar, mantan Ketua Komisi I DPRD Sumsel, tertawa mendengar candaan rekannya itu. Dia pun membenarkan cerita itu.
“Saya ngapel pakai mobil carteran biar terlihat kaya dan keren, sekaligus menarik perhatiannya,” ujar Chairul tertawa.
Saat ditanya sosok wanita itu, Chairul enggan menjawabnya.
“Masih temannya ayunda Herman Deru, dr Efrilah. Dulu saya ngapel ke rumahnya di Jalan Kapten Arivai, tahun 1989 dia menikah dengan orang lain, tidak jodoh,” katanya.
“Jadi setelah hubungan berakhir dan dia mau menikah, baru saya bongkar kalau mobil yang biasa dipakai itu mobil carteran. Saya carteran paling lama 3 jam, harganya saya lupa,” ungkap Chairul tertawa. #fly