Limbah Tahu Menyengat Bikin Murid SDN 3 Palembang Kabur

64
TERGENANG ---- Kepala SDN 3 Palembang Marlena Rahman memperhatikan air bercampur limbah tahu yang tergenang di bagian bawah bangunan sekolah. (FOTO: SS1/YANTI)

Palembang, SumselSatu.com

Persoalan pencemaran lingkungan mengancam operasional SDN 3 Palembang. Pasalnya, jumlah murid sekolah dasar yang berada di Jalan Putri Rambut Selako, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat (IB) I ini, terus berkurang karena ditinggal kabur pindah ke sekolah lain lantaran tak tahan mencium bau limbah tahu.

Kepala SDN 3 Palembang, Marlena Rahman, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (19/3/2019), mengatakan, tahun lalu jumlah muridnya ada 145 orang. Tapi sekarang berkurang menjadi 129 orang.

Minimnya jumlah murid, membuat satu rombongan belajar atau satu kelas rata-rata hanya ada 18 hingga 20 murid.

“Anak-anak pindah karena akses jalan menuju sekolah banjir dan bau busuk limbah tahu sangat menyengat. Anak-anak tidak bisa fokus belajar,” keluh Marlena.

Dia menjelaskan, masalah ini mulai muncul sejak penutupan selokan pada tahun 2016 lalu oleh pihak perumahan di sekitar sekolah. Penutupan tersebut membuat limbah tahu tidak bisa mengalir. Bisa dibayangkan bau menyengat yang harus dinikmati murid di sekolah ini.

Saat hujan turun, limbah tahu bercampur genangan air malah naik dan menggenangi jalan akses ke sekolah.

“Setiap hari kami mencium bau busuk limbah tahu. Limbah tahu itu paling busuk. Kalau musim kemarau baunya sangat menyengat,” tambah Marlena.

Marlena mengungkapkan, saat kampanye pemilukada, pasangan Harnojoyo –  Finda pernah datang ke sini. “Kami minta solusi dengan mereka. Tapi sampai sekarang belum ada solusinya,” cetus dia.

Marlena berharap tahun ajaran baru nanti jumlah muridnya bertambah. Untuk itu dia pun berharap Walikota Palembang bisa mencarikan solusi mengatasi genangan bau busuk limbah tahu.

“Kita kasihan dengan siswa, cakmano mereka bisa fokus belajar kalo setiap hari mencium bau busuk,” pungkas Marlena. #nti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here