Unsri Harus Miliki Reka Baru Usaha

RAPAT SENAT----Suasana Rapat Senat Terbuka Unsri Dalam Rangka Memperingati Dies Natalis Unsri Ke-58 di Graha Unsri. (FOTO: SS1/UNSRI)

Palembang, SumselSatu.com

Sebagai perguruan tinggi (PT), Universitas Sriwijaya (Unsri) dituntut melakukan reka baru atau inovasi guna menciptakan bidang usaha.

Dengan inovasi atau proses dan/atau hasil pengembangan pemanfaatan/mobilisasi pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk, akan memberikan nilai yang berarti atau secara signifikan di bidang ekonomi dan sosial.

“Perguruan Tinggi harus memiliki pengembangan inovasi baru yang bisa jadi usaha seperti GoJek. Usaha itu berbasis inovasi, bisa jadi milioner dalam waktu cepat,” ujar Dr Muhammad Dimyati, Direktur Direktorat Jenderal (Dirditjen) Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenrisdikti), Jumat (2/11/2018).

Dimyati menyampaikan hal itu pada Rapat Senat Terbuka Unsri Dalam Rangka Memperingati Dies Natalis Unsri Ke-58 di  Graha Unsri.

Dia mengatakan, dies natalis bertema ‘Kepatuhan Terhadap Aturan, Akademik Efektif, dan Riset Inovatif dan Aplikatif’ itu, merupakan momentum bagi Unsri untuk meningkatkan kualitas.

“Kami memberikan motivasi kepada mahasiswa dan dosen,  karena sekarang masa industri berbasis inovasi, jadi harus melakukan riset, darma bakti untuk kemajuan,” kata Dimyati.

“Semoga cita-cita world class Unsri bisa cepat tercapai.  Unsri mau menekankan penelitian ciri, ini variabel Unsri maju menuju world class. Sehingga majunya bisa lebih cepat,” tambah Dimyati.

Sebelumnya, Rektor Unsri Anis Saggaf mengatakan, tahun ini, sesuai revolusi industri 4.0, harus bergerak cepat, patuh,  berbasis akademik advance.

Dia mengatakan, pihaknya mengundang Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PATK) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati), untuk mendalami sistem transaksi keuangan negara yang tidak melanggar hukum.

“Karena mayoritas pejabat perguruan tinggi banyak bukan orang hukum. Sehingga dosen yang tidak tahu administrasi,tiba-tiba mengurus itu (keuangan-red) jadi sudah paham. Mudah- mudahan Unsri menjadi contoh perguruan tinggi   yang menerapkan kepatuhan,” kata Anis.

“Selain itu, kami banyak menggelar pelatihan agar melek hukum.  Sekarang banyak aturan, seperti pengadaan, keuangan, penyaluran dana,” tambah Anis.

Untuk peningkatan kualitas dosen, kata Anis, sejak  2016  Unsri telah menerapkan jurnal untuk dosen, dan ada anggaran yang disediakan.

“Bahkan, kami berhasil meraih peringkat Nomor 2 untuk publikasi jurnal,” kata Anis.

Unsri telah menerapkan hal itu di seluruh program studi (Prodi).

“Sudah ada riset di setiap prodi. Yang sedang diriset saat ini adalah pembuatan handphone kecil, seperti transistor. Sekarang sedang proses risetnya,” kata Anis. #nti

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here