Usai Lebaran, Harga Cabai Merah Melambung

36
CABAI MERAH MAHAL-Salahsatu pedagang cabai merah yang sedang transaksi dengan pembeli.

PALI, SumselSatu.com

Satu pekan pascaHari Raya Idul Fitri, harga sejumlah komoditas di pasar tradisional Pendopo masih terpantau tinggi, salah satunya harga cabai merah.

Dari pantauan, Rabu (12/6/2019), harga cabai merah dibandrol Rp60.000 per kilogram. Harga ini sedikit menurun mengingat ketika Lebaran ketiga, Jumat (7/6/2019), harga cabai merah sempat melambung hingga Rp100.000 per kg. Selain itu, harga cabai rawit masih tinggi, yaitu di angka Rp50.000 per kg dari sebelumnya yang hanya Rp28.000 per kg.

Sementara harga ayam potong juga masih tergolong tinggi, di mana sebelum bulan puasa harga ayam potong hanya berkisar antara Rp28.000 s/d Rp30.000 per kg, namun hari ini terpantau di harga Rp 35.000 per kg.

Harga Bawang Putih juga belum pada harga biasanya, sebelum bulan puasa satu kilogram bawang putih bisa dibeli dengan harga Rp25.000, namun kini harga bawang putih masih tinggi di angka Rp40.000 per kg. Bahkan pada bulan puasa sempat tembus angka Rp70.000 per kg.

Kondisi ini dikeluhkan sejumlah ibu rumah tangga karena harga pasar yang belum juga stabil pascabulan puasa dan juga Hari Raya Idul Fitri.

Seperti yang dikatakan oleh Nurlela (53), ibu rumah tangga yang tinggal di kelurahan Talang Ubi Timur. Ia mengaku, dengan kondisi seperti itu, membuatnya harus ekstra berhemat dengan cara mengurangi pengeluaran yang lain. Bahkan tak jarang, dirinya juga hanya membeli kebutuhan pokok saja.

“Jadi jarang masak yang menggunakan cabai merah. Kami meminta agar pemerintah segera memberikan solusi, jangan sampai kondisi ini berlangsung lama, dan harga di pasar belum juga stabil. Sidak pasar juga selama ini belum ada efek yang terasa,” tambahnya.

Sementara itu, dari penuturan Sobri salah satu pedagang cabai merah di pasar tradisional Pendopo mengaku, masih tingginya harga cabai merah disebabkan oleh agen cabai dari luar Kabupaten PALI belum masuk.

“Jadinya pedagang cabai merah masih sedikit, stok masih terbatas dan harga belum bisa stabil,” ungkapnya. #abi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here