​Haornas Berikan Enam Penghargaan Terhadap Tokoh Olahraga

40
Sekda Sumsel Nasrun Umar saat memberikan penghargaan kepada insan olahraga.

Palembang, SumselSatu.Com

Sebanyak enam tokoh olahraga di Sumatera Selatan diberikan penghargaan pada Peringatan Hari Olahraga Nasional, Senin (11/9/2017) di Ruang Binapraja Pemprov Sumsel. 

Enam tokoh tersebut antara lain yaitu untuk atlet yang berprestasi diberikan kepada pereli Sumsel Robert Tadjur L Gaol yang merupakan juara umum lokal Sumatera Sonny Rally Off Indonesia, Rio Maholtra atlet dalam cabor atletik yang juga pemecah recor sejarah lari gawang 110 meter PON 2016 di Bandung, dan juga Agustinus atlet atletik berkebutuhan khusus yang menyumbangkan emas pada lari 800 Meter di ajang Poparnas Bandung 2016 lalu. 

Adapun juga Kadir Sani pelatih athletik yang juga pernah menyumbangkan medali emas 110 meter gawang di Pon XIX Jawa Barat 2016, untuk wasit diberikan  terhadap Poernomo wasit yang pernah menjadi wasit panahan di PON XIX di bandung 2016 lalu. 

Dan terakhir, penghargaan diberikan kepada Dodi Reza Alex Noerdin, sebagai pelaku olahraga yang berkomitmen berkesinambungan dalam memajukan dan mengembangkan olahraga di Sumsel. 

Dengan adanya pengharagaan tersebut, Sekda Sumsel Nasrun Umar yang juga mewakili Gubernur Sumsel Alex Noerdin, menyatakan kesiapannya untuk lebih menyalurkan atlet yang berpretasi agar dapat mengharumkan nama Sumsel saat ajang PON 2020 di Papua.

“Tentu harus lebih fokus lagi, seluruh KONI Sumsel harus segera melakukan evaluasi terhadap PON terdahulu, bahkan kita sudah persipakan Sriwijaya PON 2020 di Papua, saya tidak ingin berlomba untuk mengirimkan kuwantitas atlet yang lebih tapi tidak berpotensi, lebih baik minimal, tapi dia bisa punya potensi meraih mendali,  di PON 2020,” ujarnya

Ia juga mencanangkan akan melakukan evaluasi terhadap atlet yang pernah berjuang di PON tahun lalu agar tetap bisa mempertahankan prestasinya untuk tetap mengharumkan nama Sumsel.

“Hasil PON yang terdahulu, adalah evaluasi kita untuk fokus mempertahankan prestasi, kecuali untuk mereka yang sudah melewati usia golden age, kalau mereka masih berusia golden age tentunya kita akan fokus memberikan pelayanan terbaik untuk mereka,” papar Nasrun

Lanjut pria yang juga menjabat sebagai manager SFC ini, mengatakan akan terus membidik atlet yang kemampuannya belum maksimal di ajang kejuaraan PON tahun lalu, agar di tiga tahun kedepan telah matang dan siap mengiprahkan prestasinya .

“Kemudian untuk atlet belum mencaoai target juara dan juga yang belum mencapai golden agenya, kita akan dorong mereka untuk menuju masa keemasan mereka,kelak di 3 tahun berikutnya mereka akan meraih prestasi puncak,” pungkasnya. #Ari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here