2018 Pembaruan Bangunan RSUD Baturaja Dimulai

158
Desain RSUD Baturaja yang akan dibangun mulai 2018

Baturaja, SumselSatu.com

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), dr Ibnu Soetowo Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) akan diperbaharui. Pembangunan direncanakan bertahap, dimulai pada 2018 mendatang.

Direktur RSUD dr Ibnu Soetowo Baturaja, Dr Rynna Dyana saat dibincangi mengatakan, pembangunan sampai selesai lebih dan kurang dibutuhkan dana ratusan miliar. Rencana ada dua gedung yang akan diperbaharui. Lokasi masih di tempat yang sama RSUD dr Ibnu Soetowo Baturaja yang ada sekarang ini.

“Tingginya rencana sebanyak 5 (lima) lantai. Tahap pertama yang akan diperbaharui yakni Ruang Rawat Inap (RRI) RSUD dr Ibnu Soerowo Baturaja. Jadi pembangunan bertahap. Rencana dua gedung akan dibangun. Untuk sementara pembangunan direncanakan menggunakan APBD OKU,” kata dr Rynna di sela-sela kegiatan kegiatan Dance Hand Hygiene Competition yang dilaksanakan RSUD dr Ibnu Soetowo Baturaja, belum lama ini.

Ia menceritakan, saat melakukan pembangunan nanti pastinya, tingkat kebisingan akan diminimalisir. Bahkan bisa dikatakan tidak akan menganggu kenyamanan pasien. Sebab saat melakukan pembangunan rencananya juga akan digunakan sistem hidrolik.

“Jadi tidak terlalu bising. Mengapa harus demikian sebab pastinya saat pembangunan terjadi pasien di RSUD kenyamanannya juga harus kita jaga. Pastinya kami tidak mau pasien kami terganggu kenyamannya,” katanya.

Gedung RSUD yang baru nanti, kata dia, setinggi lima lantai. Pastinya fasilitas selain tangga akan dilengkapi dengan lift yang diperuntukan untuk mengantar pasien.

“Akan pakai lift. Tidak cukup mengandalkan tangga saja. Apalagi nantinya gedung rumah sakit setinggi lima lantai,” katanya.

Mengapa bisa mahal dan memerlukan dana hingga ratusan miliar? Kata dr Rynna sebab pembangunan rumah sakit ini berbeda dengan pembangunan gedung biasa. Misalnya di Baturaja. Sebab dalam membangun rumah sakit harus lebih kokoh dari bangunan biasa.

“Bangunan rumah sakit harus lebih kokoh dari bangunan biasa. Sebab rumah sakit itu merupakan tempat terakhir menjadi lokasi evakuasi. Misalnya ada gempa, bangunan ada yang roboh. Nah rumah sakitlah yang harus terakhir roboh. Inilah mengapa bangunan rumah sakit harus lebih kokoh dari bangunan biasa,” jelasnya. #ori

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here