
Palembang, SumselSatu.com
Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) resmi terpilih sebagai tuan rumah ajang internasional bergengsi, Konferensi Anxi Sedunia, yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 mendatang.
Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru, menyambut optimistis kepercayaan ini sebagai momentum besar untuk mendongkrak ekonomi dan pariwisata daerah.
Dukungan tersebut ditegaskan Gubernur saat menerima audiensi jajaran Pengurus Paguyuban Anxi Sumsel di Ruang Tamu Gubernur, Senin (2/3/2026).
Herman Deru menyampaikan apresiasi tinggi atas perjuangan komunitas Anxi Sumsel yang berhasil membawa konferensi tingkat dunia ini ke Bumi Sriwijaya. Menurutnya, terpilihnya Palembang merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar dalam menjaga nama baik daerah di mata internasional.
Dengan estimasi kehadiran sekitar 400 hingga 500 tamu mancanegara, Gubernur berharap sektor hilir seperti perhotelan, kuliner, dan UMKM dapat merasakan dampak langsung.
“Ini bukan sekadar seremonial. Kita harus memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan Sumsel secara lebih luas. Nama baik daerah dipertaruhkan; pastikan pelayanan prima, mulai dari akomodasi hingga penyajian konsumsi,” tegas Herman Deru.
Ia juga mendorong agar panitia melibatkan jajaran Forkopimda dan Pangdam guna menunjukkan kebersamaan dan kesiapan Sumsel sebagai tuan rumah yang ramah dan profesional.
Rencananya, pada 24–25 Oktober 2026, para tamu internasional akan dijamu secara resmi di Griya Agung. Tak hanya sekadar pertemuan organisasi, Herman Deru mengusulkan agar rangkaian acara diisi dengan kegiatan bakti sosial serta forum bisnis.
“Kita tunjukkan potensi investasi yang ada di Sumsel kepada para tokoh Anxi dunia. Kita membawa nama provinsi, bukan hanya satu kelompok etnis saja,” tambahnya.
Mengapa Palembang Terpilih?
Ketua Umum Anxi Sumsel Sukarta menjelaskan bahwa Anxi merupakan organisasi kemasyarakatan berbasis subetnis yang tersebar di berbagai belahan dunia. Di Sumatera Selatan sendiri, populasi warga keturunan Anxi diperkirakan mencapai 80.000 orang.
Sukarta mengungkapkan bahwa posisi tuan rumah ini diperebutkan oleh banyak daerah dan negara lain. Palembang akhirnya terpilih karena dinilai memiliki komunitas yang solid serta dukungan infrastruktur yang memadai.
“Kami sangat bersyukur Palembang mendapat kehormatan ini. Dukungan penuh dari Pemprov Sumsel sangat berarti bagi kami untuk menyukseskan acara berskala global ini,” ujar Sukarta.
Turut mendampingi Gubernur dalam audiensi tersebut, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sumsel Dr Apriyadi, serta jajaran pembina dan pengurus inti Paguyuban Anxi Sumsel, termasuk Abunawar (Liaw Ching Pa), Efendi Djahri, dan Tjik Harun. #hms









