Harga Karet Sumsel Tembus Rp14.000, Dampak Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Permintaan

Kadar Karet Kering (KKK) 40 persen berada di kisaran Rp13.000 hingga Rp14.000 per kilogram. (Ilustrasi).

Palembang, SumselSatu.com

​Angin segar berhembus bagi petani karet di Sumatera Selatan. Konflik geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas secara tidak langsung memberikan dampak positif terhadap nilai jual komoditas karet di pasar internasional maupun lokal.

​Dalam dua bulan terakhir, harga karet di tingkat petani Sumsel terus merangkak naik. Saat ini, Kadar Karet Kering (KKK) 40 persen berada di kisaran Rp13.000 hingga Rp14.000 per kilogram.

​Plt Kepala Dinas Perkebunan Sumsel Ichwansyah menjelaskan bahwa kenaikan harga ini dipicu oleh terganggunya rantai pasok dunia akibat ketegangan yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

​”Situasi konflik ini membuat stok di pasar dunia menjadi terbatas, sementara permintaan tetap tinggi. Kondisi inilah yang mendorong harga komoditas, termasuk karet, cenderung menguat,” ungkap Ichwansyah, Jumat (17/4/2026).

​Menurutnya, tren kenaikan ini diprediksi masih akan berlanjut selama stabilitas global belum pulih. Kebutuhan pasar dunia yang tetap besar menjadi jaminan harga akan tetap bertahan di level tinggi.

​Meski harga sedang berada di tren positif, Pemerintah Provinsi Sumsel mengingatkan petani agar tidak abai terhadap kualitas hasil panen. Peningkatan mutu bokar (bahan olah karet) menjadi kunci agar petani memiliki daya tawar yang lebih kuat di hadapan eksportir dan industri.

​Ichwansyah sangat menyarankan para petani untuk bergabung dengan Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB).

​”Melalui UPPB, kualitas karet lebih terjamin dan sesuai standar industri. Ini penting agar petani mendapatkan harga yang lebih kompetitif dan tidak dirugikan dalam rantai distribusi,” tambahnya.

​Sumatera Selatan hingga saat ini masih memegang peranan krusial sebagai lumbung karet nasional dengan total luas lahan mencapai 1,2 juta hektare. Kabupaten Muara Enim dan Banyuasin tercatat sebagai wilayah kontributor utama bagi produksi karet di provinsi ini.

​Dengan momentum kenaikan harga ini, diharapkan kesejahteraan petani di sentra-sentra produksi tersebut dapat meningkat secara signifikan seiring dengan terjaganya kualitas produksi di tingkat hulu. #fly

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here