
Palembang, SumselSatu.com
Berawal dari kegemaran pribadi mengonsumsi ubi ungu, seorang pengusaha muda, Kak Tari, sukses mengubah hobinya menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Hanya dalam waktu tiga bulan, brand Es Ubi Ungu Creamy miliknya telah berhasil ekspansi dengan membuka dua cabang di lokasi strategis di Kota Palembang.
Langkah Tari terjun ke dunia kuliner bermula dari pengamatannya terhadap tren minuman ubi ungu yang viral di media sosial, terutama di Pulau Jawa. Melihat celah pasar yang masih terbuka lebar di lingkungannya, Tari memutuskan untuk menghadirkan minuman serupa namun dengan sentuhan kualitas premium.
”Saya melihat peluangnya cukup besar karena di sini masih jarang yang menjual es ubi ungu dengan tekstur yang benar-benar creamy. Akhirnya saya coba kembangkan sendiri dengan standar rasa yang lebih unggul,” ujar Kak Tari saat menceritakan awal mula usahanya.
Kini, kesegaran Es Ubi Ungu Creamy dapat dijumpai di dua titik, yakni di Jalan RA Abusamah dan kawasan Kambang Iwak. Penempatan lokasi ini dilakukan secara terukur cabang RA Abusamah dipilih untuk memudahkan kontrol operasional karena dekat dengan kediaman, sementara cabang Kambang Iwak menyasar pusat keramaian warga sehingga berpotensi meningkatkan jumlah penjualan.
“Alhamdulillah sudah ada dua cabang
Meskipun usaha ini masih tergolong baru, sekitar tiga bulan, namun perkembangannya cukup baik,” kata Tari.
Dari segi target pasar, usaha ini tidak membatasi kelompok usia tertentu. Produk es ubi ungu creamy dirancang agar dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Rasa yang manis, tekstur yang lembut, serta sensasi creamy menjadi daya tarik utama yang membuat produk ini mudah diterima oleh konsumen.
Minuman yang menyasar semua kalangan usia ini dibanderol dengan harga yang ramah di kantong, yakni Rp10.000 untuk ukuran kecil dan Rp15.000 untuk ukuran besar. Meski penjualannya fluktuatif mengikuti cuaca dengan rata-rata 30 hingga 50 porsi saat cuaca terik, Tari tetap konsisten menjaga kualitas rasa tanpa kompromi.
“Penjualan cenderung dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Pada saat cuaca panas penjualan meningkat, namun ketika cuaca hujan atau dingin, permintaan biasanya mengalami penurunan. Kondisi ini menjadi salah satu tantangan yang perlu dihadapi dalam menjalankan usaha minuman dingin,” katanya.
Meski tergolong baru, Tari telah melewati berbagai “asam garam” dunia usaha. Ia sempat menghadapi tantangan fluktuasi harga ubi ungu hingga kelangkaan stok susu UHT di pasaran yang merupakan bahan baku utama. Tak hanya faktor eksternal, ia juga sempat menemui kendala manajemen internal.
Namun, berbagai hambatan tersebut justru menjadi titik balik baginya untuk memperkuat sistem pengawasan dan manajemen usaha yang lebih profesional. Upaya ini menunjukkan komitmen dalam mempertahankan standar rasa, karena perubahan bahan dapat memengaruhi kepuasan konsumen.
Ke depan, Tari tengah mempersiapkan inovasi baru dengan melakukan uji coba menu makanan bercita rasa asin sebagai pelengkap bisnis minumannya. Saat ini, rencana tersebut masih dalam tahap uji coba untuk menemukan produk yang sesuai.
“Inovasi dengan menambah variasi menu, khususnya makanan dengan cita rasa asin, meskipun produk Es Ubi Ungu Creamy masih mempertahankan konsep awal tanpa banyak variasi karena bahan yang digunakan sudah berkualitas premium dan menghasilkan cita rasa yang dianggap sudah optimal,” katanya.
Seiring berjalannya waktu, usaha ini menunjukkan perkembangan yang semakin stabil. Meskipun sempat menghadapi kendala internal seperti kecurangan karyawan, pengalaman tersebut justru menjadi pembelajaran penting bagi Tari. Dari situ, dilakukan perbaikan dalam sistem manajemen dan pengawasan agar operasional usaha menjadi lebih baik.
Secara keseluruhan, perjalanan usaha Es Ubi Ungu Creamy menunjukkan bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya bergantung pada ide awal, tetapi juga pada kemampuan dalam membaca peluang, menjaga kualitas produk, serta menghadapi berbagai tantangan dengan solusi yang tepat. Dengan pengelolaan yang terus ditingkatkan, usaha ini memiliki potensi untuk berkembang lebih jauh di masa mendatang.
Kisah ini menjadi inspirasi bagi para pelaku UMKM lainnya bahwa ketekunan dalam menjaga kualitas dan keberanian membaca peluang adalah kunci utama pertumbuhan bisnis di era dinamis saat ini. (Penulis: Ishika Salsabila/Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Tridinanti Palembang).
Profil Usaha DATA USAHA
Nama Produk: Es Ubi Ungu Creamy.
Tahun Berdiri: Februari 2026
Lokasi: RA Abusamah (Dekat kediaman) & Kambang Iwak (Pusat interaksi warga).
Filosofi Harga: Menghadirkan kualitas premium yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakat (Rp10rb – Rp15rb).
Visi Ke Depan: Terus berinovasi menciptakan harmoni rasa baru antara minuman manis dan makanan gurih.









