Cireng Mama Oin: Cuma Seribu Rupiah, Sudah Bisa Bikin Lidah Bergoyang

CIRENG MAMA OIN---Melepaskan profesi bidan demi buah hati, Darma Yanti (kiri) justru menemukan peluang baru di dunia kuliner. Dari iseng-iseng berhadiah, kini Cireng Mama Oin jadi favorit banyak orang. (FOTO: Istimewa/Neza Safitri).

Palembang, SumselSatu.com

Tangan yang dahulu terampil memegang spuit dan memastikan kesehatan pasien di sebuah klinik Kenten Laut, kini dengan cekatan memilin adonan tepung tapioka. Darma Yanti, seorang bidan yang memilih melepaskan seragam putihnya pada 2017 demi membesarkan buah hatinya, kini menemukan jalan kesuksesan baru di balik kepulan uap penggorengan.

Keputusan berhenti bekerja setelah memiliki anak bukanlah hal mudah bagi seorang tenaga medis. Namun bagi Darma, kehadiran sang buah hati adalah prioritas.

“Tahun 2016 saya memutuskan meninggalkan profesi bidan setelah memiliki satu anak. Saya kuliah di D3 Kebidanan, dan harus melanjutkan pendidikan Strata Satu (S1) untuk membuka praktek,” ujar Darma Yanti ditemui saat berjualan Cireng.

“Sekarang fokus saya adalah anak-anak yang masih kecil. Tapi nanti, saya ingin lanjut kuliah lagi (Kuliah profesi) jika anak-anak sudah besar. Bagi saya, pengabdian bisa dilakukan dengan banyak cara, termasuk lewat usaha kuliner ini,” ungkap Ibu dua anak itu penuh harapan.

Meski berada di rumah, semangat kemandiriannya tidak pernah padam. Sebelum dikenal dengan cirengnya, ia sempat menjajaki dunia digital sebagai content creator pada 2019. Ia berjualan sebuah produk skincare. Sebuah langkah awal yang membuktikan bahwa ia adalah sosok yang adaptif.

Cireng Mama Oin lahir dari sebuah inisiatif sederhana. Berawal dari mencoba-coba resep untuk konsumsi sendiri, rasa gurih dan tekstur yang pas ternyata memikat lidah orang-orang di sekitarnya. Kekuatan promosi mulut ke mulut (word of mouth) kemudian bekerja secara ajaib, membawa nama usaha rumahan ini hingga ke wilayah Sukarami dan Talang Jambi.

​Kini, dari kediamannya di Perumahan Surya Akbar 9, Blok B19, aroma sedap cireng buatannya menjadi magnet bagi para pecinta kudapan.

Alhamdulillah cireng saya mendapat respon yang sangat baik dari orang-orang di sekitarnya. Saya berjualan secara seperti online melalui WhatsApp atau bisa langsung datang ke rumah jika menerima pesanan dengan porsi banyak,” katanya.

Meski dibanderol dengan harga yang sangat merakyat, yakni hanya Rp1.000 per biji, usaha Cireng Mama Oin terbukti memiliki perputaran ekonomi yang kuat. Dalam sehari, kapasitas produksi usaha rumahan ini mampu menyentuh angka 150 hingga 500 biji, sangat bergantung pada jumlah pesanan yang masuk baik secara online maupun offline.

​Keberhasilan Darma Yanti dalam menjaga kualitas rasa pada dua varian utamanya, yaitu Original dan Pedas, membuahkan hasil yang manis. Konsistensi ini membawa usaha Cireng Mama Oin meraup omzet rata-rata mencapai Rp6.000.000 setiap bulannya. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa kudapan sederhana yang dikelola dengan tekun dapat menjadi pilar ekonomi keluarga yang tangguh.

“Paling tinggi bisa laku 500 cireng per hari, omzet bisa mencapai Rp5.000.000 per bulan,” katanya.

Jiwa Bidan Tidak Pernah Hilang

Meski kini hari-harinya diisi dengan melayani pesanan cireng melalui WhatsApp atau pembeli yang datang langsung, jiwa bidan dalam diri Darma tidak lantas hilang. Di sela kesibukan mengurus dua anaknya, ia masih kerap membantu tetangga yang membutuhkan tindakan medis ringan seperti suntik KB (Keluarga Berencana).

​Baginya, profesi bidan adalah mimpi yang tersimpan rapi. Sebagai lulusan D3 Kebidanan, ia masih memendam cita-cita untuk melanjutkan kuliah profesi agar suatu saat nanti bisa membuka praktik mandiri secara resmi.

“Meskipun sekarang fokus berjualan cireng, jiwa bidan saya tidak pernah hilang. Sampai saat ini, saya masih sering membantu tetangga yang datang ke rumah untuk suntik KB. Bagi saya, membantu sesama adalah bentuk pengabdian yang tidak boleh terhenti,” tutup Darma.

Kisah Mama Oin menjadi pengingat bahwa perubahan profesi bukanlah sebuah kemunduran, melainkan langkah berani untuk menyesuaikan diri dengan musim kehidupan tanpa kehilangan identitas dan impian. (Penulis: Neza Safitri, Mahasiswa Program studi manajemen, Fakultas ekonomi dan bisnis(FEB), Universitas Tridinanti Palembang).

PROFIL DATA USAHA

Nama Usaha: Cireng Mama Oin

Pemilik: Darma Yanti

Tahun Berdiri: 2019 (Mulai fokus ke usaha cireng)

Sektor Usaha: Kuliner / Makanan Ringan

Lokasi: Perumahan Surya Akbar 9, Blok B19, Kelurahan Talang Jambi, Kecamatan Sukarami, Palembang.

Varian Produk: Cireng Original, Cireng Pedas dan Frozen.

Harga Jual: Rp1.000,- per biji

Kapasitas Produksi: 150 s.d. 500 biji per hari (berdasarkan pesanan)

Sistem Penjualan:

Offline: Penjualan langsung di rumah. ​Online: Pemesanan melalui WhatsApp.
Sistem Pesanan: Menerima pesanan dalam porsi besar (partai).

Rata-rata Omzet: ± Rp 6.000.000,- per bulan

Keunggulan: Produk dibuat dengan resep rumahan yang mengedepankan kualitas rasa (mulut ke mulut). Owner tetap menjalankan fungsi sosial sebagai tenaga kesehatan bagi lingkungan sekitar (pelayanan suntik KB bagi tetangga).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here