Jembatan Ulak Jermun Mengikis Jarak di Pelosok OKI

AKSES MASYARAKAT---Infrastruktur senilai hampir Rp5 miliar ini diharapkan tidak sekadar menjadi penyambung daratan, tetapi juga motor penggerak ekonomi warga yang mayoritas bergantung pada sektor perkebunan. (FOTO: SS 1/IST).

Kayu Agung, SumselSatu.com

Infrastruktur konektivitas masih menjadi persoalan krusial di wilayah pelosok Sumatera Selatan. Berangkat dari urgensi tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) meresmikan Jembatan Ulak Jermun di Kecamatan SP Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Minggu (14/6/2026). Infrastruktur senilai hampir Rp5 miliar ini diharapkan tidak sekadar menjadi penyambung daratan, tetapi juga motor penggerak ekonomi warga yang mayoritas bergantung pada sektor perkebunan.

​Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, yang menempuh jalur darat menggunakan kendaraan listrik menuju lokasi. Langkah ini sekaligus menjadi kampanye penggunaan energi bersih di wilayah hilir Sumsel.

​Selain Jembatan Ulak Jermun, alokasi anggaran melalui Dana Bantuan Gubernur Bersifat Khusus (Bangubsus) juga dikucurkan untuk menuntaskan pembangunan tiga jembatan strategis lainnya di OKI, yakni di Desa Bubusan, Desa Mesuji Jaya, dan Desa Gading Sari.

Dalam sambutannya, Herman Deru mengibaratkan arah kebijakan pembangunan layaknya merias diri. Pemerintah, menurut dia, harus jeli memilah antara kebutuhan primer yang menyentuh hajat hidup orang banyak dan kebutuhan sekunder yang sifatnya sekadar kosmetik atau estetika.

​“Kalau kita bicara pembangunan, yang didahulukan tentu kebutuhan yang paling pokok. Tidak ada gunanya membangun sesuatu yang terlihat indah secara estetika tetapi tidak dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Herman.

​Ia juga mengapresiasi kejelian Bupati OKI Muchendi Mahzareki, dalam memetakan skala prioritas di daerahnya. Mengingat luasnya wilayah OKI, pembangunan tidak bisa berjalan sendiri tanpa adanya soliditas antara pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta. Salah satu pilar penopangnya adalah kesadaran warga dalam memenuhi kewajiban fiskal, seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pajak kendaraan bermotor.

Ia menambahkan, Kabupaten OKI merupakan daerah yang mendapat perhatian khusus darinya karena memiliki wilayah yang sangat luas. Bahkan, luas wilayah OKI disebutnya setara dengan negara Timor Leste, yakni sekitar 19 ribu kilometer persegi
Dengan karakteristik geografis yang didominasi perairan, rawa, dan perkebunan, kebutuhan akan jembatan menjadi fondasi paling mendasar bagi mobilitas warga.

“OKI ini kabupaten yang sangat saya perhatikan. Wilayahnya sangat luas sehingga membutuhkan kerja sama dan soliditas yang luar biasa antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha agar pembangunan bisa terus berjalan,” katanya.

Sementara itu, Bupati OKI Muchendi Mahzareki mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan usulan yang telah diperjuangkan sejak dirinya masih menjadi Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan.

“Jembatan ini merupakan usulan yang sudah lama kami perjuangkan. Setelah saya dilantik menjadi bupati, kami menyadari bahwa kemampuan APBD Kabupaten sangat terbatas untuk menuntaskan seluruh kebutuhan infrastruktur. Karena itu, kami mengusulkan bantuan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan kini sudah bisa dinikmati masyarakat,” kata Muchendi.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sumsel Herman Deru yang telah memberikan perhatian besar kepada Kabupaten OKI melalui bantuan pembangunan sejumlah jembatan dan ruas jalan.

“Selain jembatan di Desa Ulak Jermun, masih ada beberapa jembatan lain yang mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Gubernur karena OKI menjadi salah satu daerah prioritas yang dibantu,” ujarnya.

Muchendi berharap keberadaan jembatan tersebut dapat membuka kawasan baru untuk permukiman dan perkebunan sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada masa mendatang.

Peresmian jembatan tersebut turut dihadiri Anggota DPD RI dr Hj Ratu Tenny Leriva, Kepala Dinas PU Bina Marga Sumsel Affandi, Kepala BKPSDM Sumsel Prof Dr Drs Edwar Juliartha, keluarga almarhum R H Sarkowi Sirodj selaku pihak yang menghibahkan lahan menuju jembatan, unsur Forkopimda, Kapolsek setempat, serta sejumlah kepala desa dan tokoh masyarakat. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan touring kendaraan listrik yang melintasi sejumlah wilayah di Kabupaten OKI. #hms

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here