Palembang, SumselSatu.com
Dinas Pendidikan Sumatera Selatan (Disdik Sumsel) meminta guru dan orang tua siswa memperketat pengawasan terhadap anak-anak guna mencegah aksi tawuran di Palembang. Langkah ini diambil menyusul beredarnya ajakan aksi tawuran saat perayaan HUT ke-81 RI, Senin (17/8/2026).
Kepala Disdik Sumsel Mondyaboni mengatakan, pihaknya telah menerbitkan surat edaran (SE) pencegahan tawuran antarpelajar yang disebarkan ke seluruh kepala SMK negeri dan swasta di Palembang.
“Kita sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk pencegahan dan penanganan jika terjadi aksi kenakalan remaja. Mudah-mudahan surat edaran yang kita sampaikan ke sekolah ditindaklanjuti,” ujar Mondyaboni, Senin (17/8/2026).
Melalui SE tersebut, sekolah diminta membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) atau satuan tugas guna mengantisipasi tindak kekerasan. Selain menyampaikan imbauan kepada siswa agar tidak terlibat tawuran, sekolah juga diminta melibatkan orang tua dalam pengawasan.
Orang tua diimbau melarang anak keluar rumah pada malam hari serta mencegah keterlibatan mereka dalam tawuran maupun bentuk kenakalan remaja lainnya. Selain itu, orang tua juga diminta rutin memeriksa tas dan perlengkapan sekolah anak untuk memastikan tidak ada barang tajam, senjata, atau atribut tertentu yang dibawa, serta memantau pergaulan dan aktivitas media sosial anak.
“Koordinasi juga saya minta lakukan dengan para orang tua siswa. Mudah-mudahan di Sumsel selalu dalam keadaan aman,” katanya.
Mondyaboni juga meminta para siswa tidak mudah terprovokasi oleh ajakan yang mengarah pada tindakan negatif dan diminta ikut menjaga kondusivitas. Ia menegaskan sanksi tegas akan dikenakan bagi siswa yang terlibat tawuran, sesuai peraturan sekolah maupun ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
“Jika ada yang terlibat akan ada sanksi tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku di sekolah dan perundang-undangan. Kita ingin di hari kemerdekaan RI ini, pendidikan Sumsel semakin maju,” katanya. #fly










