Warga Palembang Keluhkan Listrik Kerap Padam, Dini Hari hingga Seharian, Pengaduan ke PLN Disebut Lambat Direspons

Sudah padam dini hari, mati lampu pun berlangsung seharian. Warga Palembang kesal karena aduan ke PLN dinilai lambat ditanggapi.

TIANG LISTRIK---Petugas PLN tengah melakukan perawatan jaringan di salah satu tiang listrik.  (FOTO: SS 1/IST).

Palembang, SumselSatu.com

Warga Kota Palembang mengeluhkan seringnya pemadaman listrik yang terjadi tanpa kejelasan. Listrik disebut padam mendadak pada pukul 02.00 dini hari, saat warga seharusnya beristirahat. Pemadaman itu mengganggu waktu istirahat dan memicu kerugian materiel maupun immateriel.

Berdasarkan keluhan yang ramai disampaikan warga melalui berbagai kanal informasi dan media sosial, pemadaman kerap berlangsung berlarut-larut sejak pagi hingga malam hari. Kondisi ini melumpuhkan aktivitas rumah tangga. Anak-anak kecil dan balita pun kepanasan tanpa kipas angin atau pendingin ruangan.

Seorang warga menyampaikan keluhannya lewat pesan singkat.

“Min, tidak bisa tidur, Min. Kasihan anak-anak kecil. Kenapa PLN kami ini, katanya ada masalah, kok tidak selesai-selesai sampai berjam-jam,” tulisnya.

Warga di kawasan Panca Usaha juga mengadu.

“Min, kami di Panca Usaha mati lampu dari pagi sampai sekarang belum menyala. Sudah menghubungi PLN lewat chat juga, tapi tidak ada respons,” tulis warga tersebut.

Keluhan itu menggambarkan lambatnya tanggapan layanan pengaduan kepada masyarakat.

Peralatan Elektronik Terancam Rusak, Makanan Basi

Kerugian yang dirasakan warga berlapis. Selain tidur malam yang terganggu, sejumlah peralatan elektronik rumah tangga terancam rusak akibat lonjakan arus saat listrik padam lalu menyala kembali secara mendadak. Pelaku usaha kecil dan rumah tangga juga merugi karena bahan makanan di lemari es nyaris busuk akibat pemadaman yang berlangsung lama.

Rian, warga Seberang Ulu, mengaku keluarganya tidak bisa beristirahat tenang karena listrik mati mendadak di tengah malam.

“Anak-anak jadi rewel karena kepanasan, apalagi banyak nyamuk,” katanya.

Siti Rahma, ibu rumah tangga di Kertapati, mengeluhkan pemadaman dari pagi hingga malam.

“Makanan di kulkas banyak yang basi. Saat kami hubungi, pihak PLN terkesan lambat dan tidak peduli,” ujarnya.

Pelaku UMKM, Ahmad Fauzi, menilai pemadaman ini sangat merugikan.

“Alat elektronik jadi rentan rusak dan pekerjaan di malam hari terhambat. Kami minta PLN lebih profesional dalam melayani masyarakat,” katanya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari PLN terkait penyebab pemadaman tersebut. PLN hanya mengumumkan penjadwalan pemeliharaan listrik di sejumlah wilayah di akun media sosialnya. #fly

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here